Menteri PPPA: Rangkul Kemajemukan, Ciptakan Keharmonisan dan Toleransi

Sharing is caring!

Jakarta (1/4) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyambut baik penyelenggaraan kegiatan bakti sosial pelepasan ikan dan burung, serta pemberian bantuan anak yatim piatu dan disabilitas dalam rangka Dharma Santi Nasional Nyepi Tahun Saka 1945 Tahun 2023 dengan mengusung tema ‘Menabur Benih Kebaikan, Menuai Kehidupan Harmonis’ pada Sabtu, (1/4).

“Tema yang diusung dalam kegiatan bakti sosial ini merupakan implementasi dari ajaran Tri Hitakarana yang mengajarkan kepada setiap umat manusia bahwa mutlak hukumnya untuk menjaga hubungan yang harmonis dan toleransi dengan sesama manusia, dengan Sang Pencipta, dan dengan alam lingkungan. Kegiatan hari ini mengajarkan dan menumbuhkan kesadaran kita semua bagaimana pentingnya hidup berdampingan, saling menjaga, saling membantu, dan saling menghindari perbuatan keji, terutama dalam hal pendampingan kepada anak-anak kita yang merupakan generasi emas penerus bangsa,” ujar Menteri PPPA dalam sambutannya.

Menteri PPPA mengungkapkan, keharmonisan dan toleransi antar sesama merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menanggapi isu dan persoalan perempuan dan anak. Kekuatan dari hubungan yang harmonis dan toleransi antar sesama mampu menuntaskan isu kompleks yang dihadapi oleh perempuan dan anak. Persoalan perempuan dan anak tak dapat diselesaikan sendiri-sendiri dan diperlukan kerjasama, kolaborasi, serta sinergi yang berkelanjutan demi kemajuan bangsa.

“Momen rangkaian Peringatan Hari Raya Nyepi ini menjadi suatu awal yang baik untuk selalu mengingatkan kita semua pentingnya mengedepankan harmonisasi, toleransi, dan inklusivitas dalam pembangunan bangsa. Sumbangsih nyata kita hari ini merupakan bentuk dan esensi dalam merangkul kemajemukan untuk menciptakan dunia yang harmonis, toleransi, setara, dan aman bagi perempuan dan anak,” tutur Menteri PPPA.

Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wisnu Bawa Tenaya mengajak seluruh umat untuk bersama-sama ciptakan gerakan menyayangi kehidupan dan tidak lupa untuk selalu menghormati sesama sebagaimana ajaran Tri Hitakarana.

“Tri Hitakarana mengajarkan kita semua untuk menjaga kelangsungan semesta dan menjalin hubungan yang erat dan harmonis dengan sesama manusia, dengan Sang Pencipta, dan dengan alam sekitar. Dalam menjalankannya pun harus secara seimbang dan selaras antara satu sama lain agar tercipta kehidupan yang damai dan sejahtera,” ungkap Wisnu.

Lebih lanjut, Asisten Personil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL), Rahmat Wahyudi menuturkan, momentum rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi melalui kegiatan bakti sosial juga dapat menjadi sarana untuk menyucikan hati dan hubungan antara sesama manusia juga semesta.

“Kami berharap kegiatan ini tak hanya sekedar menyucikan hati dan hubungan antara sesama, tetapi juga memotivasi secara ritual maupun spiritual dalam menjaga dan melestarikan alam sehingga senantiasa menjadi sumber kehidupan, terutama bagi perempuan dan anak,” ungkap Rahmat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA melepas benih ikan dan burung serta memberikan bantuan spesifik khusus anak kepada anak yatim piatu dan disabilitas dalam memaknai ajaran Tri Hitakarana, yaitu menabur benih kebaikan dan menuai kehidupan harmonis. Kegiatan bakti sosial tersebut diselenggarakan atas kerjasama dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Yayasan Yatim Piatu Anatha Nusantara, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memberikan bantuan spesifik khusus anak kepada 100 anak yatim piatu dan disabilitas.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *