Menparekraf Minta Pelaku Ekraf di “ARCH:ID 2023” Perkuat Kerja Sama dengan Seluruh Stakeholder

Sharing is caring!


Jakarta, 20 Maret 2023
 – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meminta para pelaku ekonomi kreatif khususnya subsektor arsitektur yang hadir dalam “ARCH:ID 2023” dapat memperkuat kerja sama dengan seluruh stakeholder, sehingga mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru yang berkualitas.

Menparekraf Sandiaga, dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu (19/3/2023) menyampaikan bahwa subsektor arsitektur sempat mengalami kontraksi hingga 5,2 persen saat pandemi. Namun, di tahun 2021 laju pertumbuhan subsektor arsitektur diproyeksikan DKS Kemenparkeraf berada di angka 7,23 persen. Dan angka ini dapat terus meningkat apabila ada kerja sama yang kuat antar pemangku kepentingan di dunia arsitektur.

“Kolaborasi erat para pelaku kreatif dan teknis, industri, serta pengambil kebijakan dalam dunia konstruksi adalah kunci bagi pembangunan nasional yang progresif, dan berwawasan lingkungan dalam mewujudkan peradaban yang lebih baik bagi Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga.

ARCH:ID sendiri merupakan acara pameran dan konferensi arsitektur terbesar dan paling bergengsi di Indonesia. 

Mengangkat tema “Identitas?”, ARCH:ID yang digelar pada 16 – 19 Maret 2023 di ICE BSD, Tangerang, Banten, adalah inisiasi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) bekerja sama dengan PT. CIS Exhibition, dan didukung oleh Kemenparekraf/Baparekraf.

Kehadiran kembali ARCH:ID 2023 yang ketiga kalinya menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan di subsektor arsitektur untuk berbagi gagasan, pengalaman, serta membangun jejaring. Dan sebuah ruang dimana stakeholder arsitektur Indonesia dari hulu ke hilir bersama-sama membangun arsitektur sebagai bagian dari peradaban.

Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam, mengapresiasi penyelenggaraan ARCH:ID 2023. Kegiatan ini sangat direkomendasikan, karena memiliki magnet yang sangat besar untuk dikunjungi, tidak hanya bagi pelaku industri konstruksi tetapi juga masyarakat umum.

Di mana dapat terlihat kemajuan dari dunia arsitektur Indonesia melalui booth-booth yang ada. Serta munculnya perubahan tren dan gaya desain arsitektur melalui desain-desain baru di dunia arsitektur dan terkoneksi dengan kebiasaan baru di masa pandemi. 

“Hal ini terbukti dengan partisipasi dan kolaborasi dari panitia penyelenggara beserta lebih dari 80 booth dan 180 lebih brand berhasil mencatatkan jumlah pengunjung sebanyak 11 ribu orang pada hari ketiga pelaksanaan,” kata Neil.

Ketua Umum IAI, Georgius Budi, menyampaikan pada penyelenggaraan yang ketiga, ARCH:ID 2023 menjadi festival arsitektur yang sangat dinantikan di Indonesia.

“Ini karena ARCH:ID dikemas dengan program menarik serta menjadi momentum terbaik bagi kalangan arsitek dari seluruh Indonesia dan industri terkait untuk berkolaborasi. Event ini juga diperkuat oleh tim kurator yang terdiri dari Wendy Djuhara, Maria Rosantina, dan Andy Rahman,” kata Georgius.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *