Kemendag Ajak Putra Putri Natuna dan Belitung Timur Ikuti Penerimaan Mahasiswa Baru Akmet 2023/2024

Sharing is caring!

Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Kemendag dengan Pemerintah Kab. Natuna dan Kab. Belitung Timur

Jakarta, 23 Februari 2023 – Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto mengharapkan keikutsertaan pemerintah Kabupaten Natuna dan Kabupaten Belitung Timur mengirimkan putra dan putri terbaiknya untuk mengikuti pendidikan di Akademi Metrologi dan Instrumentasi (Akmet). Hal ini akan memaksimalkan peran Unit Metrologi Legal (UML) di masing-masing daerah.

Hal ini disampaikan Suhanto setelah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bupati Natuna dan Bupati Belitung Timur yang digelar hari ini, Kamis (23/2). Turut hadir Plt Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Moga Simatupang, Bupati Natuna Wan Siswandi, dan Bupati Belitung Timur Burhanuddin.

“Dengan keterbatasan sumber daya manusia yang ada saat ini, UML di Natuna dan Belitung Timur sudah berdiri dan beroperasi. Diharapkan dengan penambahan sumber daya manusia (SDM) lulusan Akmet, peran UML di Natuna dan Belitung Timur dapat dimaksimalkan,” jelas Suhanto dalam sambutannya.

Tidak hanya melalui jalur umum, Suhanto menambahkan, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Akmet juga dibuka melalui jalur kerja sama. PMB melalui jalur kerja sama telah dimulai pada 2021. Hingga saat ini, jumlah daerah yang melakukan kerja sama telah mencapai 35 daerah dengan jumlah mahasiswa jalur kerja sama 54 orang. Adapun jumlah mahasiswa baru yang diterima melalui jalur kerja sama pada 2022 meningkat sebanyak 36 persen dibandingkan pada 2021.

Suhanto mengatakan, putra dan putri daerah tersebut dapat menjadi aparatur sipil negara (ASN) di daerah masing-masing sehingga perlu disiapkan formasinya. Adapun jabatan fungsional yang dapat diisi lulusan Akmet adalah Jabatan Fungsional Penera Terampil dan Jabatan Fungsional Pengamat Tera Terampil. Suhanto meyakini, kebutuhan SDM dari kedua jabfung tersebut masih tinggi.

Kami juga berharap para pegawai di bidang kemetrologian yang telah direkrut agar dipertahankan di jabfung sesuai dengan kompetensinya. Langkah ini perlu diambil agar mereka dapat berkontribusi secara maksimal untuk menjaga ketertiban ukuran untuk mewujudkan perlindungan konsumen di Natuna dan Belitung Timur. Dalam hal ini, timbangan di pasar dan meteran listrik perlu dijaga ketertibannya dan standarnya agar tidak merugikan masyarakat,” ujar Suhanto.

Suhanto menuturkan, salah satu fungsi Kementerian Perdagangan adalah memberikan perlindungan konsumen dan perwujudan tertib ukur. Guna mendukung pelaksanaan fungsi tersebut dan sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, maka didirikan Unit Metrologi Legal (UML) di kabupaten/kota. Hingga saat ini, UML yang telah berdiri berjumlah 364 dari 519 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Kementerian Perdagangan mendirikan Akmet dengan Program Studi D3 Metrologi dan Instrumentasi pada 2014 untuk menyiapkan SDM di bidang kemetrologian. Akmet mulai menerima mahasiswa baru sejak 2016 dan saat ini, telah memiliki lulusan sebanyak 195 orang. Lulusan Akmet bekerja pada sektor pemerintah dan industri yang relevan dengan bidang metrologi, instrumentasi, dan perdagangan.

Suhanto menjelaskan, selain pembukaan jalur kerja sama, Akmet telah menggulirkan kebijakan lain pada 2021 untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi kemetrologian. Kebijakan tersebut yaitu penyesuaian kurikulum terhadap kebutuhan pengguna lulusan. Kurikulum yang digunakan tidak hanya ditujukan untuk pengguna lulusan di bidang metrologi legal, tetapi juga mengakomodasi pengguna lulusan di bidang metrologi secara keseluruhan.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Perdagangan Chandrini Mestika Dewi mengungkapkan, pada 2022 kuota PMB berjumlah 65 orang dan meningkat menjadi 70 orang pada 2023.

“Pendidikan di program studi (prodi) D3 Metrologi dan Instrumentasi Akmet ditempuh sebanyak 114 SKS dengan komposisi praktikum 60 persen. Akmet juga telah menerapkan Merdeka Belajar- Kampus Merdeka (MBKM) berupa praktik kerja lapangan bagi mahasiswa semester lima selama satu semester penuh,” ungkap Chandrini.

Guna menunjang proses akreditasi, Akmet melakukan akreditasi prodi dengan hasil ‘Baik’ pada 2018. Pada 2021, Akmet melaksanakan akreditasi perguruan tinggi dengan hasil ‘Baik’. “Pada tahun ini, Akmet mengajukan re-akreditasi prodi ke Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Teknik. Diharapkan hasil re-akreditasi tersebut meningkat menjadi ‘Baik Sekali’,” jelas Chandrini.

Chandrini melanjutkan, pembangunan kampus Akmet telah dimulai melalui pengadaan lahan pada 2017. Selain itu, juga dilakukan pembangunan gedung kelas dan sarana praktikum pada 2021. Sehingga, pada tahun akademik 2023/2024, perkuliahan akan dilangsungkan di gedung baru Akmet di Desa Kutamandiri, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *