Jadikan Indonesia Pusat Modest Fashion Dunia, Kemendag Fokus Perkuat Promosi di Pasar Ekspor

Sharing is caring!

New York, 17 Februari 2023 — Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat promosi modest fashion di pasar tujuan ekspor. Perwakilan perdagangan di seluruh dunia menjadi garda depan dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto usai bertemu dengan Konsul Jenderal RI New York, Winanto Adi di New York, Amerika Serikat pada Rabu (15/2).

“Pemerintah melakukan sejumlah upaya untuk peningkatakan ekspor modest fashion Indonesia. Upaya tersebut di antaranya dengan membuka lebih banyak gerai promosi produk ekspor Indonesia serta penyelarasan tugas dan fungsi perwakilan perdagangan di luar negeri,” ujar Suhanto.

Menurut Suhanto, untuk memperkuat dan mengoptimalkan promosi modest fashion Indonesia ke luar negeri diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak pagelaran busana (fashion show) bertajuk “Indonesia Now” di ajang New York Fashion Week (NYFW) yang dilaksanakan pada Senin (13/2). “Indonesia Now” berhasil digelar atas kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia Washington DC, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles, dan ITPC Chicago.

Pagelaran busana “Indonesia Now” menampilkan koleksi tujuh jenama modest fashion Indonesia, yakni Buttonscarves, KAMI., AM by Anggiasari, Ayu Dyah Andari X BT Batik Trusmi, Zeta Prive, Lenny Hartono, dan Nada Puspita. Indonesia Now dihadiri lebih dari 500 undangan termasuk penulis blog (blogger), pemengaruh (influencer), key opinion leader (KOL), dan perwakilan media internasional.

Selain peragaan busana, Kemendag juga menggelar pameran bertajuk Pop Up Store Indonesia Now yang dilaksanakan di kawasan Soho, New York, pada 13—14 Februari 2023. Kegiatan yang dihadiri para penulis blog, pemengaruh, pencinta fesyen, dan media ini dimaksudkan untuk menampilkan koleksi tujuh jenama modest fashion kepada publik, terutama buyer dan media untuk mendorong terjadinya transaksi dengan calon buyer. Pada Pop Up store ini, para buyer dan pengunjung yang datang dapat melihat secara detil produk dari tujuh jenama Indonesia.

“Kami, selaku pemerintah, berkomitmen terus mendorong terwujudnya Indonesia sebagai pencetus tren (trendsetter) modest fashion dunia. Untuk itu, tahun ini kami lebih mendorong jenama Indonesia agar dapat semakin terkoneksi dengan para pemangku kepentingan terkait di pasar global. Salah satunya adalah dengan terlibat dalam kegiatan peragaan busana internasional,” pungkas Suhanto.

Profil Singkat Tujuh Jenama Indonesia di New York Fashion Week 2023:

‘The Dream Capsules’ dari Buttonscarves

Buttonscarves memamerkan busana ready-to-wear bertemakan ‘The Dream Capsules’, sebuah koleksi terinspirasi dari gaya modern masa kini yang dibalut dengan gaya modest. Koleksi ini juga menampilkan signature monogram Buttonscarves yang terdiri atas blazer coat, shirt dress, denim shirt, classic shirt, hingga modern blouse.

Koleksi tersebut dihadirkan dalam sepuluh looks dengan ragam warna yang klasik dan tak lekang waktu seperti hitam, warm neutrals, midnight blue, serta warna cerah seperti merah dan pink clay sebagai penambah aksen warna. Konsep modest yang bersifat dinamis dan modern ini mampu dipadupadankan dengan mudah. Potongan dan bentuk koleksi The Dream Capsules ini juga sesuai dengan tren Fall/Winter 2023 dengan adanya lace details, puff sleeves, hingga pleated accents, tetapi tetap mengikuti tren.

‘Charaka’ dari KAMI.

Istafiana Candarini, Nadya Karina, dan Afina Candarini adalah sahabat sejak SMA. Mereka bertemu dan membangun kembali impian mereka untuk mengejar passion. Pada 2009, lahirlah Kami. sebagai merek baju modest. Nama “Kami.” berasal dari bahasa Jepang yang berarti “Tuhan”. Nama adalah doa, maka doa dan harapan dari Kami. adalah untuk mendapatkan berkah dan ide dari Tuhan. Mempertahankan kesuksesan mereka, New York Fashion Week tahun 2023 bagi Kami. menjadi pencapaian baru untuk memasuki pasar mode global. Di ajang ini, Kami. telah menyiapkan koleksi bernama Charaka yang terinspirasi dari kekayaan lokal, Kain Tapis Lampung. Garisnya yang bersih dan rapi membentuk siluet dengan pendekatan modern. Ditambah pada asalnya, Kain Tapis disakralkan karena berhubungan dengan kehidupan, baik lingkungan maupun Sang Pencipta Alam Semesta. Karenanya, pola Charaka terinspirasi dari kehidupan sekitar.

‘The Talking Point’ dari Zeta Privé

New York sebagai kota pusat bisnis, seni, dan mode dunia selalu menjadi topik pembicaraan. Berdasarkan inspirasi tersebut, Zeta Privé mengusung tema ‘The Talking Point’ untuk New York Fashion Week tahun 2023. Koleksi yang ditampilkan merupakan pakaian wanita bernuansa modest wear yang elegan, modern, dan siap pakai yang menjadi spirit American Style. Sentuhan palet warna soft namun versatiles seperti palet cream, gossamer pink, harbour blue, basil, dan innuendo. Koleksi   ini juga hadir lebih bold dengan aplikasi aksesori bernuansa hitam dengan design ikon kota New York yang hadir lebih artistik. Perpaduan ini dihadirkan untuk memberi surprise dalam padu padan, sehingga diharapkan mampu menjadikan pemakai The Talking Points yang menjadi tema besar koleksi Zeta Prive. Dalam koleksi ini warna hitam menjadi penanda peralihan style dari tiap sequence koleksi.

‘Komorebi’ dari AM BY ANGGIASARI

AM merupakan brand modest yang mengusung konsep sustainable yang mempunyai strategi konsep recycle sebagai brand DNA-nya, dengan Anggiasari sebagai fashion creator-nya. Anggia menggunakan sisa denim dari garmen lokal Indonesia atau produk denim yang over stock, reject, atau cacat produk, lalu dikombinasikan dengan bahan yang aman terhadap lingkungan dan nyaman pada kulit yang mengandung katun 85–100 persen.

Pada perhelatan New York Fashion Week tahun 2023, AM by Anggiasari akan berkolaborasi dengan Boolao, brand yang sama-sama mengusung Konsep Sustainable pada brand DNA-nya. Boolao mengusung konsep ‘Shibori on Ecoprint textiles’ yang merupakan perpaduan teknik antara pewarna alami ecoprint dan tiedye dengan desain otentik pada berbagai bahan sutra. Pada perhelatan New York Fashion Week tahun 2023, AM by Anggiasari akan mengeluarkan koleksi Autumn Winter 2023/2024.

‘Song(s) of Archipelago’ dari Lenny Hartono

‘Song(s) of Archipelago’ merupakan sebuah koleksi yang memperlihatkan salah satu dari sekian banyak jenis kain tenun Indonesia yaitu songket. Koleksi yang akan ditampilkan pada perhelatan Indonesia Now di New York Fashion Week tahun 2023 adalah bagian kedua dari koleksi ini yang memadukan songket dari Bali dengan kain berwarna kebumian sebagai tema utama yang ditampilkan. Jenis songket yang digunakan khusus adalah songket sidemen, yang berasal dari Desa Sidemen di Bali, Indonesia. Tenun dalam songket ini memilki motif yang disebut Patra Sari, yaitu pola botani (bunga) yang biasa digunakan untuk menghiasi bangunan khas Bali. Bagian dari koleksi ini akan ditampilkan bersama perhiasan yang juga bagian dari koleksi terbaru karya Lenny Hartono dengan gaun malam yang menawan.

‘A Breath of Modesty’ dari Nada Puspita

Pada New York Fashion Show F/W tahun 2023, Nada Puspita akan memamerkan busana dengan tema ‘A Breath of Modesty’. Lebih dari sekadar gambaran busana yang nyaman dikenakan, koleksi spesial ini menampilkan modest styles sebagai ciri khas utama Nada Puspita, dengan sentuhan desain feminin dan klasik yang membuat koleksi ini terlihat semakin elegan dan anggun. Koleksi ini hadir dalam total 10 looks dengan beberapa artikel, mulai dari shirt dress, wide-leg trousers, flared skirt, cardigan, hingga statement dress. Koleksi ini juga dihiasi dengan berbagai macam aksen yang dapat menambah kesan feminin, seperti pleated accents, puff sleeves, dan dramatic ruffles.

Sementara itu, dari segi pemilihan warna, koleksi ‘A Breath of Modesty’ berputar di sekitar warna yang tak lekang oleh waktu, seperti soft pink, warm neutrals, dan midnight blue. Koleksi ini juga terbuat dari kombinasi beberapa bahan seperti organza, sateen, dan tile yang memperkuat kesan klasik dari koleksi ini tersendiri.

‘Basundari: Kala di Wedari’ dari Ayu Dyah Andari bersama BT Batik Trusmi

Memperlihatkan koleksi kolaborasi antara Ayu Dyah Andari bersama BT Batik Trusmi, hadir ‘Basundari: Kala di Wedari’ yang menyoroti motif floral dalam batik Mega Mendung. Istilah frase kuno yang berasal dari bahasa Sanskerta dan Jawi Kuna, Basundari memiliki arti “di sini di antara bunga-bunga di bumi”. Hal tersebut terinspirasi dari sifat sejati perempuan Indonesia yang memiliki semangat tinggi untuk mengabdikan diri bagi diri, keluarga, dan tanah airnya. Pengalaman belasan tahun melewati suka duka tentu menggelorakan rasa solidaritas mereka. Wanita mendukung wanita. Mengajak sesama perajin dan pembatik, mereka bersama-sama membuat karya seni bertema bumi. Batik yang berbahan dasar kain kemudian dirancang dengan menonjolkan tiga unsur bumi: tanah, air, dan udara. Dengan cara lain, proses di balik pembuatan karya-karya ini juga melafalkan kerja keras akan selalu terbayar di akhir.

***

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *