Hari Terakhir Pertemuan AEM: Menteri Ekonomi ASEAN Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Eksternal dengan Negara Mitra Dialog

Sharing is caring!

Jakarta, 30 Agustus 2020 – Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto kembali memimpin  Delegasi Indonesia dalam Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) dengan negara Mitra Dialog yang digelar secara virtual pada Sabtu (29/8). Pertemuan tersebut yaitu Pertemuan Konsultasi AEM-Kanada ke-9, Pertemuan Konsultasi AEM-Closer Economic Relations (CER) ke-25, Pertemuan Konsultasi AEM-India ke-27, serta Pertemuan Konsultasi AEM-ROK ke-17.

Pertemuan-pertemuan ini mengakhiri rangkaian Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) ke-52 dan Pertemuan Terkait Lainnya yang berlangsung pada 22—29 Agustus 2020.

Pertemuan Konsultasi AEM-Kanada ke-9

Para menteri saling bertukar pendapat mengenai pelaksanaan Work Plan to Implement the ASEAN-Canada Joint Declaration on Trade and Investment (JDTI) periode 2016—2020 serta menyetujui rencana kerja (work plan) periode 2021—2025. Para menteri juga membahas rekomendasi tindak lanjut kerja sama ASEAN dan Kanada. Pembahasan rekomendasi ini menjadi agenda penting karena akan menjadi acuan kerja bagi SEOM untuk mempersiapkan tindak lanjut kerja sama ASEAN dan Kanada.

Kanada merupakan salah satu mitra dialog penting bagi ASEAN. Saat ini tengah dijajaki peluang serta tantangannya untuk peningkatan kerja sama melalui pembentukan ASEAN-Canada Free Trade Agreement (FTA). Dalam mengkaji kemungkinan FTA, beberapa upaya telah dilaksanakan, di antaranya Joint Feasibility Study for a potential ASEAN-Canada FTA, penyelenggaraan Trade Policy Dialogue (TPD), dan Exploratory Discussion.

Tahun ini telah diselenggarakan TPD secara virtual pada 8—10 Juni 2020 dengan empat topik utama, yaitu pengadaan barang dan jasa (government procurement), lingkungan (environment), tenaga kerja (labour), dan badan usaha milik negara (state-owned enterprises). Mendag Agus juga mendorong pembahasan rekomendasi sebagai tindak lanjut kerja sama ASEAN dan Kanada.

Mendag Agus menjelaskan, ASEAN, khususnya Indonesia mengapresiasi penyelenggaraan Work Plan to Implement the ASEAN-Canada JDTI periode 2016—2020 dan menyambut baik rencana kerja periode 2021—2025.

Selain itu, Indonesia juga mengajak Menteri Ekonomi ASEAN untuk bertukar pikiran mengenai usulan rekomendasi kelanjutan kerja sama ASEAN dan Kanada,” jelasnya.

Pertemuan Konsultasi AEM-Closer Economic Relations (CER) ke-25

Pada pertemuan ini, para menteri mencatat rekomendasi dari Australia-ASEAN Chamber of Commerce (AustCham ASEAN), Australia-ASEAN Business Council (AABC), dan ASEAN-New Zealand Business Council (ANZBC) mengenai perspektif bisnis dalam perdagangan dan investasi di tengah dampak pandemi Covid-19 dalam lingkup ASEAN-CER.

Para Menteri juga membahas perkembangan implementasi ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area (AANZFTA), rencana kerja dan perkembangan negosiasi Upgrading AANZFTA, serta kerja sama ekonomi dalam AANZFTA.

“Indonesia mendukung proses dan tahapan pembahasan serta negosiasi di masing-masing elemen dalam Upgrading AANZFTA. Secara domestik Indonesia akan terus berkoordinasi dan membahas secara intensif dengan kementerian/lembaga terkait,” ujar Mendag Agus.

Indonesia juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan Australia dan Selandia Baru untuk memperpanjang pembiayaan AANZFTA Economic Cooperation Support Program (AECSP) hingga Desember 2021 serta mendorong program penerus AECSP tahun 2022 dan seterusnya yang mencakup kegiatan percepatan pemulihan ekonomi pasca Covid-19.

Pertemuan Konsultasi AEM-India ke-27

Dalam dialog dengan ASEAN-India Business Council (AIBC), para menteri membahas aktivitas, isu- isu, dan rekomendasi dari AIBC baik dari sisi ASEAN dan dari sisi India di tahun 2020 di tengah masa pandemi ini.

Selain masih terdapat pending atas penyelesaian ratifikasi Perjanjian ASEAN-India on Investment Agreement (AIIA) oleh Kamboja, para menteri berfokus pada pembahasan Review of the ASEAN- India Trade in Goods Agreement (AITIGA) yang akan dilakukan setelah penandatanganan perundingan RCEP.

“Indonesia secara positif dapat mempertimbangkan reaktivasi review AITIGA dengan memandang dua hal. Pertama, kami telah mengerahkan sumber daya secara maksimal mengingat hambatan dan keterbatasan dalam situasi pandemi saat ini. Kedua, pentingnya kejelasan ruang lingkup, cakupan, dan parameter dalam review AITIGA sebagaimana kesepakatan dalam AEM-India Consultation ke-12 bulan Agustus 2015. Untuk itu, dipandang dengan aktivasi pembentukan Joint Committee nantinya akan berfokus pada pembahasan review ini,” ujar Mendag Agus.

Pertemuan Konsultasi AEM-ROK ke-17

Dalam Pertemuan Konsultasi AEM-ROK ke-17, para Menteri Ekonomi ASEAN dan Korea mengesahkan the Joint Ministerial Initiatives on Bolstering the Economic Connectivity between ASEAN-ROK in response to the COVID-19 outbreak yang memuat komitmen bersama untuk menjaga keterbukaan pasar, serta menetapkan langkah-langkah dalam memulihkan kondisi ekonomi di kawasan.

Kesepakatan ini dicapai para Menteri yang bertukar pandangan mengenai dampak negatif Covid-

19   terhadap   perekonomian   kedua   pihak   dan   upaya bersama dalam mempertahankan keberlangsungan lalu lintas perdagangan dalam memulihkan kondisi perekonomian di kawasan.

Para menteri juga menyepakati pembahasan peningkatan komitmen dalam ASEAN-Korea Free Trade Area (AKFTA) dilaksanakan mulai tahun 2021. Di samping itu, para menteri mendukung usulan Korea untuk mendirikan ASEAN-Korea Industrial Innovation Center (AKIIC) dan ASEAN- Korea Joint Standardization Research Center (AKSRC) di salah satu negara anggota ASEAN.

“Berbagai inisiatif yang tengah digagas antara ASEAN dan Korea diharapkan dapat mendorong upaya pemulihan ekonomi di kawasan dalam masa pandemi ini. Peningkatan komitmen Perjanjian AKFTA juga akan meningkatkan kerja sama perdagangan ASEAN dan Korea,” pungkas Mendag Agus.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *