Tingkatkan Produksi Beras, BUMN Klaster Pangan Garap Food Estate Sukamandi 1.000 Ha di Lahan Sang Hyang Seri

Sharing is caring!

Tingkatkan Produksi Beras, BUMN Klaster Pangan Garap Food Estate Sukamandi 1.000 Ha di Lahan Sang Hyang Seri 1
Ilustrasi sawah

SUBANG – Upaya peningkatan hasil pertanian melalui program Food Estate Sukamandi 1.000 hektar (ha) saat ini telah berjalan. Program yang dikembangkan oleh BUMN Klaster Pangan di Kecamatan Sukamandi, Kabupaten Subang Jawa Barat di atas lahan seluas 1.000 ha milik BUMN PT Sang Hyang Seri (Persero) (SHS) tersebut bertujuan membangun suatu model budidaya pangan khususnya tanaman padi melalui pola Corporate Farming yang efektif dalam meningkatkan produktivitas serta efisien dengan penggunaan sarana produksi pertanian yang tepat dan pemanfaatan teknologi IT.

Direktur Utama SHS Karyawan Gunarso, Rabu, 19 Agustus 2020, di Subang mengatakan, program dijalankan untuk menjamin ketersediaan pangan khususnya beras guna berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui peningkatan hasil produksi.

Karyawan atau yang akrab disapa Wawan, mengatakan, Food Estate Sukamandi ini dikelola dengan kosep Corporate Farming. Guna memastikan hasil yang optimal, proses kegiatan dimulai dengan melakukan uji kondisi tanah, sistem pengairan (irigasi), dan proses budidaya. Berdasarkan hasil proses Analisa dan pengujian tersebut dibuatkan formulasi untuk penggunaan teknologi pupuk, pengaturan pengairan, proses budidaya, penggunaan alat mekanisasi dan penerapan teknologi berbasis IT.  

Lebih lanjut Ia menjelaskan, konsep Corporate Farming yang diterapkan mengedepankan kemitraan dengan petani pemilik lahan melaui pola Inti Plasma Tanaman Padi. “Dalam pelaksanaannya, kami melakukan pendampingan kepada para petani mitra hingga proses jaminan pemasaran,” ujarnya

Program ini dilaksanakan secara terintegrasi dari hulu (upstream) hingga hilir (downstream). Produksi padi/gabah yang dihasilkan nantinya akan diolah dipenggilingan, baik penggilingan milik BUMN maupun bermitra dengan penggilingan setempat dalam rangka memberdayakan UMKM dan Koperasi Tani. Menurut Wawan, hasil produksi berupa beras akan dipasarkan ke UMKM dan warung-warung masyarakat, salah satunya, melalui aplikasi Warung Pangan milik BGR Logistic yang merupakan salah satu anggota BUMN Klaster Pangan.

Wawan menjelaskan, sinergi program Food Estate dengan Warung Pangan akan meningkatkan peran BUMN Klaster Pangan yang dikoordinatori oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dalam aktivitas pemenuhan rantai pasok komoditas dan produk pangan dari mulai sektor hulu, tengah, dan hilir.

Ia menggambarkan, di sektor hulu BUMN Klaster Pangan akan menggandeng Kelompok Tani, Koperasi Tani, dan BUMDES. Sementara di sektor tengah (manufacturing/produksi), BUMN Klaster Pangan dapat memanfaatkan infrastruktur internal dan juga bekerjasama dengan para penggilingan milik Kelompok Kania tau BUMDES. Adapun di sektor hilir, BUMN klaster pangan dapat berperan sebagai offtaker dan pasar bagi produksi sendiri dan produksi para petani dan produsen padi, gabah, serta beras.

Terkait perkembangan Food Estate Sukamandi,  Wawan mengatakan, saat ini telah memasuki masa penanaman, pertumbuhan tanaman, dan perawatan. “Kondisi tanamannya sudah tumbuh cukup bagus, dengan anakan rumpun padi yang cukup banyak. Kami menargetkan terdapat peningkatan produktivitas rata-rata 30 persen lebih, atau dari rata-rata awal 6 ton/ha menjadi minimal rata-rata 8 ton sampai 8.5 ton/ha. Fokus di lapangan adalah bagaimana menjaga tanaman dari serangan hama pengganggu seperti tikus dan weren yang dapat menyebabkan berkurangnya hasil produksi secara signifikan,” ungkapnya.

Menurut Wawan, output dari program Food Estate Sukamandi 1.000 ha adalah membangun suatu model budidaya pangan khususnya tanaman padi melalui pola Corporate Farming yang efektif dalam meningkatkan produktivitas serta efisien dengan penggunaan sarana produksi pertanian yang tepat dan pemanfaatan teknologi IT.

Adapun BUMN Klaster Pangan merupakan kelompok BUMN yang bergerak dalam bidang industri pangan. BUMN Klaster pangan beranggotakan 9 BUMN, yang terdiri dari PT RNI (Persero) sebagai koordinator, Perum Perikanan Indonesia, PT Berdikari (Persero), BGR Logistic, PT Garam (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Pertani (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), dan PT Sang Hyang Seri (Persero).

Sekilas PT Sang Hyang Seri (Persero)

PT Sang Hyang Seri (Persero) (SHS) adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang  pertanian , khususnya dalam penyediaan  benih . Selain perbenihan, PT Sang
Hyang Seri juga bergerak dalam penyediaan sarana produksi pertanian, pengolahan hasil pertanian, serta  penelitian dan pengembangan. Kepemilikan  saham  Sang Hyang Seri sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Republik Indonesia.

SHS memiliki Lahan HGU Sukamandi, berupa sawahirigasi teknis seluas ±3.150 Ha, 36 Cabang tersebar di 6 Kantor Regional, dengan jaringan wilayah kerja di 440 kabupaten/kota. SHS membina sebanyak 529 kelompok tani dan 13.225 petani penangkar dengan total areal produksi 36.088 ha.

Sekilas PT RNI (Persero)

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) merupakan BUMN yang saat ini lebih fokus di bidang pangan dan dalam rangka mendukung program pemerintah mewujudkan ketahanan pangan, saat ini RNI bersama 8 BUMN pangan lainnya tergabung kedalam Kluster BUMN Pangan. RNI sebagai Induk Kluster, berperan aktif mendorong sinergi antar BUMN anggota Kluster Pangan guna mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, dan keberlanjutan pangan Indonesia. Dalam aktivitas bisnisnya, RNI memiliki 11 Anak Perusahaan dalam bidang agro-industri, alat kesehatan, bidang perdagangan dan distribusi serta memiliki jaringan sebanyak 48 cabang yang tersebar di kota besar seluruh Indonesia. Di  tengah pandemi Covid-19, RNI berperan aktif dalam penyediaan alat Kesehatan, obat-obatan, serta APD di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Jakarta, serta di RS BUMN, RS rujukan lainnya dan Instansi yang membutuhkan.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *