Menristek/Kepala BRIN Dorong Masjid Istiqlal sebagai Pusat Peradaban Islam yang Memanfaatkan Teknologi

Sharing is caring!

Menristek/Kepala BRIN Dorong Masjid Istiqlal sebagai Pusat Peradaban Islam yang Memanfaatkan Teknologi 1

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional mengatakan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga pusat peradaban Islam. Umat Islam harus menguasai teknologi khususnya teknologi yang bermanfaat bagi umat Islam sendiri dan teknologi yang bermanfaat bagi pengembangan ekonomi dan kehidupan sosial kita semua pada peresmian Air Siap Minum (Arsinum) bertempat di lobby Al Fattah Masjid Istiqlal hari Senin (17/08).

Arsinum yang akan diresmikan merupakan bentuk dari pemahaman dan penguasaan teknologi air minum yang selama ini belum diterapkan penguasaan teknologi air siap minum karena air yang ada selama ini berasal dari perusahaan daerah air minum yang tidak dapat diminum.

“Teknologi harus kita kuasai sehingga nantinya masjid-masjid dan rumah tangga sudah harus mulai menerapkan teknologi  air siap minum dengan teknologi reverse osmosis yang dapat mengubah air apapun menjadi air siap minum. Saya pernah melihat air yang berasal dari gambut berwarna hitam pekat. Setelah menggunakan teknologi ini, airnya langsung bisa dikonsumsi,” ungkap Menteri Bambang.

Selain fasilitas Arsinum, dalam acara tersebut disepakati Nota Kesepahaman antara BPPT dengan masjid Istiqlal tentang pengolahan sampah dan limbah masjid. Efisiensi penggunaan listrik akan segera ditangani agar tagihan listrik tidak semakin besar.

“Selain BPPT yang ada di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN, LIPI juga sudah siap untuk teknologi membersihkan sungai yang melintasi kawasan masjid Istiqlal. Ditambah dalam konteks Covid 19, LIPI juga sudah menyiapkan teknologi desinfektan untuk membersihkan ruangan dan peralatan yang digunakan untuk ibadah. Teknologi ultraviolet akan digunakan juga untuk membersihkan ruangan dari potensi virus yang bertebaran. Mudah-mudahan dengan bantuan LIPI dan BPPT secara teknologi kita dapat membuat masjid Istiqlal makin representatif dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia,” terang Menteri Bambang.

Sebagai penutup,  Menteri Bambang mengatakan sebagai pusat peradaban Islam, masjid Istiqlal juga harus menguasai teknologi yang terkait dengan keuangan. Karena itu, masjid Istiqlal disarankan untuk mulai menerapkan konsep dana abadi dan konsep wakaf tunai yang belum terlalu populer di Indonesia. Ditambah dengan bantuan BPPT akan membuat konsep crowd funding menggunakan teknologi digital.

Hadir dalam acara tersebut Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, Staf Khusus Menristek/BRIN Ekoputro Adijayanto, serta staf dan pimpinan dari Masjid Istiqlal, BPPT, dan Kementerian Agama.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *