116 Wisata Perhutani Kembali Dibuka

Sharing is caring!

116 Wisata Perhutani Kembali Dibuka 1

JAKARTA, PERHUTANI (15/8/2020) | Di era new normal, Perum Perhutani telah membuka kembali 116 objek wisata untuk umum di beberapa wilayah, setelah sebelumnya ditutup akibat pandemic covid-19.

Untuk menjaga dan mencegah terjadinya penyebaran covid-19 ini setiap lokasi wisata membatasi jumlah pengunjung dan harus menerapkan jaga jarak (physical distancing), menghindari bergerombol, selalu menggunakan masker serta membawa perlengkapan ibadah sendiri.

Lokasi wisata Perhutani juga dilengkapi sarana penunjang kesehatan seperti alat pengukur suhu tubuh (thermo gun), tempat mencuci tangan dilengkapi sabun, hand sanitizer dan dilakukan penyemprotan fasilitas umum secara rutin dengan disinfektan serta menempatkan petugas pada titik-titik tertentu dalam upaya pengawasan terhadap pengunjung untuk memberikan pelayanan yang terbaik agar pengunjung wisata merasa aman dan nyaman disaat pandemi ini.

Sekretaris Perusahaan Perum Perhutani Asep Rusnandar menjelaskan hingga saat ini sebanyak 116 (seratus enam belas) diantaranya telah dibuka berdasarkan peraturan pemerintah daerah Kota/Kabupaten setempat serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mencegah penularan virus di lokasi wisata.

“Objek wisata yang sudah siap menyambut wisatawan ini telah melakukan berbagai persiapan untuk menerapkan protocol kesehatan baik bagi petugas, pengunjung maupun mitra wisata sesuai dengan prosedur. Kami berusaha memberikan pelayanan prima kepada para wisatawan setelah sekian lama berada di rumah untuk melepas penat berwisata di alam”jelas Asep.

Kadisparbud Jabar Dedi Taufik pada beberapa minggu lalu pada kunjungannya bersama kemenparekraf di wisata alam kawah putih menyampaikan bahwa kedatangan Kemenparekraf ini untuk mengecek protokol pecegahan covid-19 di beberapa destinasi wisata yang sedang melakukan uji coba pembukaan lokasi wisata, salah satunya di Kawah Putih. Hasilnya, secara garis besar semua protokol di Kawah Putih dinilai sudah baik dan dilengkapi dengan APD yang memadai.

“Pengunjung juga bisa memahami dengan mudah semua rambu-rambu dan himbauan yang ada di kawah putih. Ditambah lagi ada tracking pengunjung menggunakan form kesehatan online,” ungkapnya. (Kom-PHT/PR/2020-VIII-21)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *