Bersama Tokoh Adat dan Masyarakat, Bappenas Bahas Kearifan Lokal Bali untuk Penanganan Pandemi Covid-19

Sharing is caring!

Bersama Tokoh Adat dan Masyarakat, Bappenas Bahas Kearifan Lokal Bali untuk Penanganan Pandemi Covid-19 1

DENPASAR –  Dalam Pertemuan dengan Tokoh Masyarakat dan Adat Bali di Balai Adat Pedungan, Denpasar, Bali, Senin (3/8) yang dilaksanakan sebagai rangkaian Kunjungan Kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Gugus Tugas Kementerian PPN/Bappenas untuk Percepatan Penanganan Covid-19 dalam rangka Peninjauan Kesiapan Pemulihan Ekonomi dan Sosial untuk Revitalisasi Bali sebagai Destinasi Pariwisata Dunia serta Mengatasi Kesenjangan Pembangunan di Provinsi Bali, Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Himawan Hariyoga menekankan pentingnya peran kearifan lokal, masyarakat adat, dan pecalang dalam penanganan pandemi Covid-19 dan penegakan protokol kesehatan.

“Kedatangan kami dari Bappenas khususnya di desa adat ini adalah untuk bertemu dengan tokoh dan masyarakat adat termasuk pecalang untuk belajar mengenai bagaimana Bali punya kekhasan dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19 ini,” ujar Sesmen Himawan.

Sebagai organisasi sosial yang memiliki keterkaitan erat dengan sistem kehidupan masyarakat Bali baik di bidang ekonomi, sosial, budaya, maupun religi, desa adat berperan penting dalam menjaga integrasi dan harmoni sosial antar warga, serta dalam upaya melestarikan dan memajukan kebudayaan Bali.

Sementara itu, pecalang mengambil peran penting dalam membantu melakukan sosialisasi, edukasi, pencegahan, pengawasan serta pembinaan terkait penanganan Covid-19. Desa adat dan pecalang merupakan modal sosial dan modal budaya yang berguna bagi masyarakat untuk bangkit dari pandemi Covid-19 melalui agenda transformasi ekonomi, khususnya dengan turut mendukung pengembangan destinasi unggulan berbasis pariwisata budaya dan pengembangan ekonomi kreatif di Provinsi Bali.  

“Prinsip kami dalam perencanaan pembangunan itu adalah seinklusif mungkin, seintensif mungkin, melibatkan pemangku kepentingan. Jadi kami tidak hanya mendengar dari pemerintah, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, tetapi kami juga ingin mendengar langsung dari masyarakat.

Kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk mendengarkan masukan-masukan dari masyarakat dan tokoh adat karena Bali ini unik dan peran dari masyarakat, tokoh masyarakat adat di desa adat termasuk kepala pecalang, khususnya dalam kondisi wabah atau pandemi ini sangat penting,” ujar Sesmen Himawan.

Pecalang dapat mengingatkan para pengunjung wisata di lingkup desa adatnya untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan di tempat yang disediakan. Usaha tersebut sekiranya dapat memberikan jaminan rasa aman kepada para wisatawan domestik dan mancanegara bahwa kehidupan keseharian di Bali telah menerapkan protokol kesehatan dan aman untuk dikunjungi kembali.

Lebih lanjut, untuk memperkuat desa adat, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sampai dengan 2019 telah melakukan revitalisasi desa adat Bali bagi 197 desa, meliputi pembangunan sarana prasarana dan bantuan pengembangan program.

Selain desa adat dan pecalang, keunikan penanganan Covid-19 di Bali juga terletak pada inovasi lokal. “Salah satu inovasi yang menarik yaitu penggunaan arak Bali sebagai salah satu obat yang saat ini sedang dalam proses uji klinis supaya nanti bisa digunakan,” ungkap Sesmen Himawan.

Bali memiliki khazanah budaya yang melimpah, baik berupa tangible cultural heritage (warisan budaya benda) maupun intangible cultural heritage (warisan budaya tak benda). Khazanah budaya ini bersumber dari nilai, tradisi, adat istiadat, dan kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Apabila kekayaan budaya ini dikelola dengan baik, dapat menjadi kekuatan penggerak dan modal dasar pembangunan di Provinsi Bali. “Dalam pariwisata misalnya, di sektor pertanian, industri, sektor hotel dan restoran, itu akan didukung oleh peran serta lingkungan tempat tinggal yang dalam hal ini Bali memiliki kekhasan, peran desa adat itu sangat penting, sangat signifikan, saya rasa bisa diyakinkan bahwa kegiatan ekonomi produktif itu bisa mulai dibuka secara bertahap dan aman, kuncinya di menjalani protokol kesehatan,” tutup Sesmen Himawan.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *