Lagi, KKP Lepasliarkan Lobster Hasil Budidaya di Konawe Selatan

Sharing is caring!

Lagi, KKP Lepasliarkan Lobster Hasil Budidaya di Konawe Selatan 1

JAKARTA (24/7) – Pelepasliaran 50 ekor lobster hasil budidaya dilakukan oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Teluk Moramo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara pada Selasa, (22/7).

“Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No.12 Tahun 2020, pembudidaya harus melepasliarkan lobster sebanyak 2 persen dari hasil panen lobster yang dibesarkan. Tujuannya untuk menjaga populasi di alam tetap lestari,” tutur Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL), Aryo Hanggono saat memberikan keterangan di Jakarta.

Sementara itu, Kepala BPSPL Makassar Andry Indryasworo Sukmoputro mengungkapkan bahwa penentuan lokasi sesuai arahan dan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Ditjen PRL yaitu di dalam kawasan konservasi perairan serta mengikuti pedoman yang telah ditetapkan oleh Drektorat Jenderal Perikanan Budidaya.

“Penunjukan zona inti KKPD Teluk Moramo oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tenggara dan BPSPL Makassar sebagai lokasi pelepasliaran lobster berdasarkan pertimbangan habitat yang sesuai serta status sebagai zona inti yang dalam ketentuannya merupakan zona larang tangkap sehingga lobster yang dilepasliarkan nantinya tetap terjaga dan berkembang biak dengan baik dan aman” ungkap Andry di Makassar (23/7)

Andry menerangkan, pelepasliaran lobster ini dilakukan pada dua titik di dalam zona inti KKPD Teluk Moramo di perairan Desa Tambulosu Kec. Laonti Konawe yang sesuai dengan rekomendasi dari BPSPL Makassar Wilayah Kerja Kendari dan Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra berdasarkan hasil survei beberapa hari sebelumnya, sehingga pelepasliaran tidak terjadi penumpukan pada satu titik lokasi dalam zona inti kawasan.

“Total lobster milik PT. Pelangi Maritim Jaya yang dilepasliarkan sebanyak 50 ekor terdiri dari 49 ekor lobster jenis Mutiara (Panulirus ornatus) dan 1 ekor lobster jenis Pasir (Planulirus homarus). Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, Lobster yang dilepasliarkan didominasi oleh jenis kelamin jantan dan panjang karapas bervariasi antara 4,38 – 7,08 cm dengan berat antara 100 – 300 gram/ekor” terangnya.

Pelepasliaran lobster hasil pembesaran di zona inti KKPD Teluk Moramo Sulawesi Tenggara dilaksanakan bersama dengan Dinas Kelautan dan Provinsi Sultra, Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Konawe Selatan, Stasiun Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan hasil Perikanan (SKIPM) Kendari, Penyuluh Perikanan Kab. Konawe Selatan, Kecamatan Moramo, Polsek Moramo, dan Koramil Moramo.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *