KKP Gelar Apel Siaga Virtual Optimalkan Kinerja Penyuluh Perikanan

Sharing is caring!

KKP Gelar Apel Siaga Virtual Optimalkan Kinerja Penyuluh Perikanan 1

JAKARTA (23/7) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melakukan apel siaga penyuluh perikanan Satminkal Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) Maros, Rabu (22/7). Apel siaga virtual ini digelar untuk mengoptimalkan peran penyuluh dalam pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan utamanya di tengah pandemi Covid-19.

Kegiatan ini diikuti oleh 621 penyuluh perikanan Satminkal BRPBAPPP Maros yang terdiri dari 402 penyuluh perikanan PNS dan 219 penyuluh perikanan bantu (PPB).

Peran penyuluh ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 juncto Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Dalam regulasi tersebut dijelaskan pengembangan sumber daya manusia dilakukan melalui penyuluhan perikanan disamping kegiatan pendidikan dan pelatihan.

Selain itu, peran penyuluh perikanan juga diamanatkan dalam Undang-Undang No 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam. Selain memberikan perlindungan dan pemberdayaan, penyuluh juga bertugas memberikan pendampingan bagi stakeholders kelautan dan perikanan.

Saat membuka apel siaga tersebut, Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja mengatakan, apel siaga bagi penyuluh perikanan ini mengandung empat arti. Pertama, kesiapan kesehatan lahir dan batin. Menurutnya, sebelum bergerak ke lapangan, penyuluh perikanan harus memastikan kesehatan lahir dan batin diri sendiri, keluarga, dan orang di sekitar.

“Penyuluh, sesuai dengan kata dasarnya ‘suluh’ yang artinya menerangi harus mampu membawa penerangan bagi orang-orang di sekitarnya. Termasuk juga dalam memberi penerangan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19,” tuturnya.

Kedua, kesiapan dari segi keilmuan dan keterampilan. Sjarief menuturkan, seorang penyuluh harus memastikan bahwa ia memiliki keilmuan dan keterampilan yang cukup sesuai dengan bidang yang ditekuni, misalnya di bidang budidaya, penangkapan ikan, pengolahan hasil perikanan, dan sebagainya.

“Penyuluh harus aktif mencari sumber-sumber informasi dan pengetahuan baik secara formal melalui jalur-jalur struktural misalnya melalui BRPBAPPP Maros maupun secara informal melalui media-media, atau search engine Google, dan sebagainya,” ucap Sjarief.

Ia berpendapat, rangkaian informasi yang lengkap mutlak harus dimiliki penyuluh untuk membantu mereka dalam menjalankan tugas.

Guna meningkatkan kapasitas penyuluh, Sjarief meminta BRPBAPPP Maros memperbanyak paket pelatihan daring. Ia menilai, metode pelatihan daring ini sangat efektif diterapkan di masa pandemi. Terlebih waktu yang dibutuhkan singkat, sehingga menungkinkan pelatihan digelar dengan tema-tema yang berbeda.

Ketiga, kesiapan pengenalan area. Sjarief meminta setiap penyuluh perikanan memiliki data lengkap pemetaan (mapping) wilayah kerja dan kelompok binaan masing-masing.

“Penyuluh harus tahu mana kelompok binaan yang berada pada level pemula, madya, dan terampil atau mana kelompok binaan yang masuk pada level prasejahtera atau sejahtera. Intinya sebelum terjun ke lapangan, penyuluh harus sudah memiliki baseline information tentang daerah pengabdian.”

Keempat, kesiapan strategi. Sjarief meminta agar para penyuluh perikanan menyerahkan strategi dan program sesuai kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha di lapangan. Usulan yang disampaikan akan dianalisis dan ditelaah sebagai bahan pertimbangan penentuan skala prioritas.



“Kita ingin pola kerja kita extra-ordinary, bukan kerja yang biasa-biasa saja hanya untuk menggugurkan kewajiban. Kita ingin menimbulkan level risk factor tertinggi yang memiliki manfaat terbesar bagi masyarakat,” lanjutnya.

Ia berpesan, pada kondisi new normal, kinerja penyuluh perikanan hendaklah berorientasi pada produktivitas dan mengedepankan efektivitas dan efisiensi.

Sementara, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati mengatakan, kinerja penyuluh perikanan dapat diukur melalui target capaian seperti peningkatan kelas kelompok, jumlah kelompok yang didampingi, pendampingan dalam mengakses perbankan, penilaian kelompok, dan kegiatan penyuluhan lainnya.

Lilly menilai, apel siaga sebagai bentuk koordinasi sekaligus evaluasi ini dibutuhkan untuk terus memperbaiki kinerja penyuluh demi mewujudkan kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan yang diharapkan.

Lilly mengungkapkan, per 14 Juli 2020, jumlah penyuluh perikanan adalah 4.635 orang, yang terdiri dari 2.596 penyuluh perikanan PNS dan 2.039 PPB. Untuk mengoptimalkan pembangunan SDM, KKP juga tengah berupaya mengoptimalkan kembali penyuluh perikanan swadaya. Penyuluh perikanan swadaya ini berasal dari kelompok pelaku utama kelas madya dan utama serta Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP).

Adapun Kepala Biro Sumber Daya Aparatur KKP, Umi Windriani memberikan apresiasi atas kontribusi dan kinerja penyuluh dalam rangka menyukseskan pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan. Menurut Umi, penyuluh perikanan berperan besar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan. Termasuk dalam mendukung lima arahan Presiden Joko Widodo, terutama pembangunan sumber daya manusia dan transformasi ekonomi.

“Penyuluh perikanan berperan sebagai katalisator pembangunan sumber daya manusia dan transformasi ekonomi, sebagai fasilitator proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha, dan sebagai pendamping kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi teknologi,” jelasnya.

“Di zamannya teknologi ini, penyuluh perikanan mendapat tugas khusus mendampingi masyarakat mengakses informasi di masa pandemi,” imbuhnya.

Lanjut Umi, penyuluh juga berperan sebagai konsultan bagi pelaku utama dan pelaku usaha dalam meningkatkan kemampuan pengembangan kewirausahaan.

“Di masa pandemi ini, masyarakat membutuhkan lebih banyak perhatian, semangat, dan pendampingan dalam menjalankan usahanya. Para penyuluh harus menunjukkan perhatian lebih,” tandasnya.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *