Memadukan Keragaman Bunga dan Batik Nusantara

Sharing is caring!

World Flower Council Indonesia akan mengangkat kolaborasi dari enam perancang bunga Indonesia dengan enam kain warisan budaya bangsa
Memadukan Keragaman Bunga dan Batik Nusantara 1
Acara World Flower Council Indonesia bertema “Batik Flower Meeting: Embracing the Heritage of Indonesia through Flowers” akan digelar pada Rabu, 1 Juli 2020 secara daring melalui YouTube.

Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki keanekaragaman tumbuhan (flora) terbesar di dunia. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat berlimpah yang tidak dimiliki negara lain. Salah satu kekayaan flora Indonesia adalah berbagai jenis bunga hias nan cantik dan eksotis. Sebut saja bunga Edelweis, Raflesia Arnoldi, Anggrek Hitam, Dadap Merah, Anggrek Bulan, Melati, merupakan beberapa contoh bunga asli Indonesia – yang jumlahnya mencapai lebih dari 20.000 spesies.

Jika dihitung dari populasi bunga di seluruh dunia, sebanyak 25% berasal dari Indonesia. Tentunya kita patut berbangga hati bertanah air Indonesia yang memiliki kekayaan dan keanekaragaman flora yang begitu mengangumkan.

Oleh karena kekayaan hayati tersebut, World Flower Council (WFC) telah memberikan kesempatan Indonesia untuk menggelar WFC Summit sebanyak dua kali, tahun 2005 dan tahun 2019 dengan tema “The Tropical Beauty of Indonesia”. Pada tahun ini, karena pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia, WFC Summit 2020 urung digelar. Namun demikian, World Flower Council Indonesia (WFCI) memiliki agenda acara yang tak kalah menarik di tahun ini. 

Maya Solichin, Chairman World Flower Council Indonesia, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan salah satu bentuk ungkapan kebanggaan para anggota WFC Indonesia terhadap kekayaan flora dan keragaman batik Indonesia. Ia juga berharap ke depannya akan semakin banyak lagi karya-karya khas Indonesia yang memadukan unsur khas Indonesia lainnya untuk diperkenalkan kepada masyarakat dunia di masa mendatang.

Acara bertajuk “Batik Flower Meeting: Embracing the Heritage of Indonesia through Flowers” yang akan digelar pada hari Rabu, 1 Juli 2020 menjadi ajang untuk menyatukan para pecinta bunga dan pelaku industri bunga di tanah air. Di acara online tersebut, WFCI akan mengajak 6 (enam) desainer bunga di Indonesia yakni Lim Su Wen, Yohanes Wempy, Krissania, Willy Ang, Tina Koeswati dan Varick Simenon; untuk menampilkan karya-karya kreatifnya dengan memadukan bunga dan kain batik Indonesia.    

Selain untuk menunjukkan dan mengenalkan kekayaan bunga-bunga tropis di Indonesia, WFCI juga ingin menunjukkan kekayaan budaya berupa kain batik. Sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia paling termasyhur, batik telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia sejak tahun 2009. Ajang “Batik Flower Meeting: Embracing the Heritage of Indonesia through Flowers” akan menyatukan dua jenis kekayaan Indonesia sehingga tercipta kreasi yang unik dan menarik. Penasaran? Kamu dapat menyaksikan Live Streaming di YouTube, pada 1 Juli 2020 pukul 14.00-16.00 WIB dengan melakukan registrasi di https://bit.ly/WFCID2020.

###

Tentang World Flower Council Indonesia  (WFCI)

World Flower Council Indonesia (WFCI) merupakanorganisasi untuk wadah pecinta bunga, designer bunga, penjual bunga dari seluruh Indonesia yang menginduk ke World Flower Council (WFC). Organisasi ini adalah asosiasi nirlaba yang sepenuhnya bergantung pada dukungan dermawan dari anggota, pemasok industri, dan relasi untuk pendanaan. WFC didirikan oleh Juzaburo Sekiye dan Herman Meinders di Amerika Serikat pada tahun 1983. Saat ini, WFC memiliki anggota di lebih dari 54 negara dan terus menyebarkan perdamaian melalui bunga dengan membentuk hubungan yang langgeng di seluruh dunia. WFC terdiri dari profesional bunga di semua bidang industri; penanam, toko bunga pengecer dan grosir, pendidik, desainer bunga, penulis serta pecinta bunga non-profesional.

www.worldflowercouncil.org

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *