ITDC Dukung Pemberdayaan UMKM di NTB dan Bali

Sharing is caring!

JAKARTA, 27 JUNI 2020 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola destinasi pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, NTB, berkomitmen untuk terus meningkatkan pemberdayaan UMKM di sekitar destinasi pariwisata yang dikelolanya, baik melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) maupun peran UMKM dalam kegiatan usaha ITDC.

Program Kemitraan (PK), merupakan program untuk meningkatkan kemampuan UMKM agar menjadi tangguh dan mandiri, berupa penyaluran  pinjaman untuk membiayai modal kerja dan atau pembelian aset tetap bagi UMKM  dalam rangka meningkatkan produksi dan penjualan. Sedangkan Program Bina Lingkungan (BL) merupakan program pemberdayaan masyarakat termasuk juga yang berprofesi sebagai UMKM melalui kegiatan pelatihan.  Peran UMKM dalam kegiatan usaha ITDC diwujudkan melalui keterlibatan UMKM dalam pengadaan barang/jasa.

Selama tahun 2019, penyaluran dana Program Kemitraan mencapai Rp4,83 miliar bagi 94 UMKM berikut dana pembinaan kemitraan (hibah) sebesar Rp856 juta, mencakup sektor pertanian, peternakan, dan kerajinan.  Dalam 3 tahun terakhir, ITDC memiliki mitra binaan unggulan  di sektor pertanian dan kerajinan, di antaranya adalah Kelompok Tani Mertha Buana  di Desa Plaga, Kecamatan Petang Badung Bali, Tenun Putri Mas di Kabupaten Jembrana, Bali, dan Padma Silver di Klungkung, Bali.

Kelompok Tani Mertha Buana merupakan mitra binaan yang konsisten mengembangkan dan membudidayakan kopi asli Plaga Petang, dan mengolahnya menjadi beberapa produk kemasan seperti kopi bubuk, kopi luwak, biji kopi dalam kemasan, kopi honey dan kopi peaberry (kopi lanang). Melalui bantuan PK ITDC pada 2017, kelompok ini telah berhasil meningkatkan kapasitas produksi dari 27 ton pada 2017 menjadi 50 ton pada 2019.  

Tenun Putri Mas di Kabupaten Jembrana, Bali, mendapat penyaluran PK tahun 2016 dan 2019.  Usaha kecil ini berinovasi pada alat tenun songket sehingga dapat menciptakan kain songket tanpa sambungan dan mampu memasarkan produk tenunnya hingga ke luar negeri melalui dana capacity building program PK ITDC. Sedangkan Padma Silver di Klungkung, Bali, setelah mendapatkan bantuan PK ITDC pada tahun 2017, mampu meningkatkan produksi perhiasannya menjadi 300-1.000 perhiasan per bulannya sekarang ini.

Melalui program Bina Lingkungan, ITDC juga telah menggelar 12 pelatihan bagi masyarakat dan UMKM sekitar wilayah kerja selama 2018-2019, antara lain pelatihan dasar kewirausaahaan, pelatihan akuntansi sederhana UMKM, pelatihan Bahasa Mandarin dan pelatihan kualitas pelayanan untuk paguyuban pedagang.

VP Corporate Secretary ITDC Miranti N. Rendranti mengatakan, “Sebagai BUMN, ITDC berkomitmen selalu hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja kami. Pemberdayaan UMKM merupakan salah satu wujud kontribusi kami dalam pengembangan ekonomi rakyat serta dukungan bagi UMKM yang merupakan sektor ekonomi penopang perekonomian nasional. Melalui sejumlah program yang kami miliki, kami berharap dapat mendorong pengembangan kapasitas dan perkembangan bisnis UMKM dengan lebih baik lagi.”

Terkait pengadaan barang/jasa, terdapat 363 proyek pengadaan barang/jasa ITDC yang melibatkan UMKM selama 2019, dengan rincian 191 proyek usaha mikro, 147 proyek usaha kecil, dan 25 proyek usaha menengah, mencapai nilai proyek lebih dari Rp60 Milyar.  Sedangkan sampai Semester I tahun 2020 ini terdapat 124 proyek yang telah melibatkan UMKM, dengan rincian 60 proyek usaha mikro, 52 proyek usaha kecil, dan 12 proyek usaha menengah, mencapai nilai proyek lebih dari Rp39 Milyar.  

Dalam masa Pandemi ini, ITDC juga menggandeng UMKM di seputar The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, NTB guna menyediakan kebutuhan masker kain bagi warga, yang disalurkan melalui program tanggung jawab sosial Perusahaan, serta masker kain bagi karyawan, yang disediakan melalui mekanisme pengadaan barang/jasa. Total sebanyak 7.000 masker kain telah dipesan ITDC kepada UMKM.  

“Selain itu, guna meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya UMKM, yang terdampak pandemi, ITDC juga telah menyiapkan pelatihan online terkait digital marketing dan bahasa asing yang akan dilaksanakan mulai akhir Juli hingga Agustus 2020,” tutup Miranti.

Tentang ITDC

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) merupakan BUMN yang memiliki lini bisnis membangun dan mengembangkan kawasan pariwisata di Indonesia. Selama 45 tahun, Perseroan telah membangun dan mengelola The Nusa Dua, kawasan pariwisata terpadu seluas 350 ha yang berlokasi di Bali bagian selatan, yang menjadi salah satu kawasan pariwisata terbaik di dunia.

Dengan infrastruktur, akomodasi, dan fasilitas pertemuan yang berstandar internasional, membuat kawasan ini menjadi tuan rumah berbagai event resmi berskala internasional seperti APEC 2013, Bali Democratic Forum, Miss World 2013, dan baru saja IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018.

Sejalan dengan strategi Pemerintah untuk meningkatkan sektor pariwisata menjadi sumber utama devisa negara dengan meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, ITDC ditugaskan untuk mengembangkan destinasi pariwisata di luar Pulau Bali. Dengan dukungan Pemerintah, ITDC memperoleh hak untuk mengembangkan dan mengelola the Mandalika di Lombok Tengah, NTB, dengan luas 1.175 hektar.  The Mandalika memiliki 16 km garis pantai yang indah dan dikelilingi bukit-bukit yang hijau, serta merupakan satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas atau ‘Bali Baru’ yang ditetapkan Pemerintah.

Pada tahun 2017 the Mandalika telah resmi beroperasi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan sejak itu telah menarik Real Estate Investment sebesar USD 1,3 Milyar. Saat ini, The Mandalika tengah dibangun sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, dengan berbagai fasilitas dan atraksi berstandar internasional.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *