Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Juga Lakukan Restrukturisasi Anak Perusahaan Non PTPN untuk Perkuat Proses

Sharing is caring!

Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Juga Lakukan Restrukturisasi Anak Perusahaan Non PTPN untuk Perkuat Proses 1

JAKARTA, 17 Juni 2020 – Sejalan dengan restrukturisasi organisasi yang telah dilakukan di jajaran manajemen Grup PTPN, Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) juga melakukan pergantian jajaran Direksi dan struktur organisasi eksekutif sepuluh anak perusahaan non PTPN, sebagai bagian dari strategi untuk mendorong fungsi operasional dan optimalisasi proses transformasi bisnis Anak Perusahaan non PTPN. Anak Perusahaan non PTPN tersebut adalah:

  1. PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN)
  2. PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN)
  3. PT Industri Karet Nusantara (IKN)
  4. PT ESW Nusa Tiga (ESW)
  5. PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA)
  6. PT RS Sri Pamela Medika Nusantara (SPMN)
  7. PT Industri Nabati Lestari (INL)
  8. PT LPP Agro Nusantara (LPPAN)
  9. PT Bio Industri Nusantara (BIONUSA)
  10. PT Sarana Agro Nusatara (SAN)

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Muhammad Abdul Ghani menyerahkan langsung Surat Keputusan tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jajaran Direksi Anak Perusahaan non PTPN pada Selasa, 16 Juni 2020 di Kantor Pusat Holding di Jakarta.

Ghani menyatakan bahwa setiap Perusahaan tidak terkecuali Anak Perusahaan non PTPN perlu melakukan evaluasi kinerja dan melakukan perbaikan agar tetap tumbuh dan dapat bersaing. Mengingat di era sekarang persaingan bisnis semakin ketat, maka penting melakukan perbaikan secara terus menerus (continous improvement), sehingga kinerja perusahaan semakin baik. Transformasi yang juga dilakukan di Anak Perusahaan non PTPN bertujuan agar Anak Perusahaan dapat terus unggul dalam persaingan dan tetap dapat bertahan. Melalui restrukturisasi tersebut maka diharapkan kinerja Anak Perusahaan non PTPN dapat optimal.

“Pergantian beberapa Direksi serta struktur organisasi di jajaran manajemen Anak Perusahaan non PTPN ini sejalan dengan program transformasi perusahaan yang berkomitmen untuk mengoptimalkan fungsi operasional dan memperkuat kinerja anak perusahaan untuk mencapai target perusahaan sehingga dapat memberi kontribusi besar bagi perekonomian nasional,” ungkap Abdul Ghani dalam keterangan persnya di Jakarta.

Ghani menegaskan kembali bahwa pada tahun 2020 ini, menurutnya, peran Holding Perkebunan Nusantara yang sebelumnya sebagai Strategic Holding berubah menjadi Operational Holding. Langkah transformasi yang substansial dan komprehensif tidak hanya dilakukan pada Anak Perusahaan PTPN, namun juga dilakukan pada Anak Perusahaan non PTPN sehingga efektifitas tercapai. Ghani menegaskan kembali bahwa dalam transformasi bisnis perusahaan terdapat 6 Program Prioritas Utama untuk diimplementasikan oleh Anak Perusahaan PTPN dan non PTPN baik yang core bisnisnya adalah perkebunan dan non core bisnis perkebunan.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Direksi lama, atas kerja keras dan pengabdian baik tenaga maupun pikiran selama memangku jabatan yang saya yakin membawa perubahan positif dalam proses transformasi di lingkungan Anak Perusahaan non PTPN,” ujar Ghani.

Berikut perubahan struktur organisasi anak perusahaan non PTPN :

Restrukturisasi Organisasi Anak Perusahaan PTPN III (Persero) Non PTPN

PerusahaanSusunan Direksi dan SEVP Baru 
   
 JabatanNama 
    
 DirekturEdward Samantha Ginting 
PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara   
SEVP OperationRahmat Akmal 
(KPBN) 
   
    
 SEVP Business SupportHaryanto Eko Purnomo 
    
 DirekturIman Yani Harahap 
    
PT Riset Perkebunan NusantaraSEVP Operation ITjahjono Herawan 
   
(RPN)SEVP Operation IIMisnawi 
  
    
 SEVP Business SupportAang Munawar 
    
PT Industri Karet NusantaraDirekturJasir Swondo 
   
(IKN)SEVP OperationUnang Kuswono 
  
    
PT ESW Nusa TigaDirekturFauzi Chairul F 
   
(ESW)SEVP OperationErry Sukartono Surasno 
  
    
PT Kawasan Industri NusantaraDirekturWahyudi Syahrul Ramadhani 
   
(KINRA)SEVP OperationAnastasia Indriyani M Pertiwi 
  
    
PT RS Sri Pamela Medika NusantaraDirekturNina Zuliani 
   
(SPMN)SEVP OperationZulianto 
  
    
PT Industri Nabati LestariDirekturDanny Surya Dharma 
(INL) 
   
    
 DirekturTriaji Prio Pratomo 
PT LPP Agro Nusantara   
SEVP OperationAri Wibowo 
(LPPAN) 
   
    
 SEVP Business SupportMuhammad Hamdi 
    
PT Bio Industri NusantaraDirekturTantan Roswana 
   
(BIONUSA)SEVP OperationNana Sumana 
  
    
 DirekturTaufiqqurrachman 
PT Sarana Agro Nusatara (SAN)   
SEVP OperationKamal Fasya Pakpahan 
  
    

Mengenai Holding Perkebunan Nusantara :

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) merupakanBadan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidangusaha agro bisnis, terutama komoditas kelapa sawit dan karet. Perseroan didirikan pada 11 Maret 1996 berdasarkan hukum pendirian merujuk pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 8 tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996. Pemerintah kemudian mengubah pengelolaan bisnis BUMN Perkebunan dengan menunjuk Perseroan sebagai induk dari seluruh BUMN Perkebunan di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2014 tanggal 17 September 2014. Sebagai perusahaan induk (holding company) BUMN di sektor perkebunan, Perseroan saat ini menjadi pemegang saham mayoritas 13 perusahaan perkebunan yakni PTPN I sampai dengan PTPN XIV, perusahaan di bidang pemasaran produk perkebunan yaitu PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) serta perusahaan di bidang riset dan pengembangan komoditas perkebunan yaitu PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN).

Saat ini Perseroan secara konsolidasian merupakan salah satu perusahaan perkebunan terbesar di dunia berdasarkan total lahan konsesi perkebunan. Produk komoditas Perseroan mencakup komoditas anak perusahaan cukup terdiversifikasi antara lain kelapa sawit, karet, tebu, teh, kopi, tembakau dan kakao, serta produk hilirnya masing-masing. Berdasarkan data per 30 Juni 2019, areal tanaman PTPN III (Persero) dan Anak Perusahaan didominasi oleh tanaman kelapa sawit seluas 552.888 ha, tanaman karet seluas 154.737 ha, teh 30.279 ha serta areal tebu sendiri seluas 53.946 ha. Perseroan saat ini tengah melakukan upaya-upaya transformasi bisnis baik di sektor budidaya tanaman perkebunan (on farm), pengolahan tanaman perkebunan (off farm) serta unit-unit pendukungnya guna meningkatkan kinerja maupun produktivitas dan efisiensi bisnis.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *