Menteri Edhy Terharu Pimpin Prosesi Wisuda Online 1.214 Siswa SUPM

Sharing is caring!

Menteri Edhy Terharu Pimpin Prosesi Wisuda Online 1.214 Siswa SUPM 1

JAKARTA – Pandemi Covid-19 memberikan arti tersendiri bagi satuan pendidikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), baik di Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) dan Pendidikan Tinggi di Politeknik KP. Sebagai upaya membatasi penyebaran Covid-19, sejak Maret 2020, satuan pendidikan tersebut telah melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara daring dan dilakukan dari rumah.

Bahkan hari ini, Senin (15/6) Menteri kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mewisuda 1.214 siswa dari sembilan SUPM secara virtual. Kegiatan ini merupakan upacara wisuda daring nasional pertama untuk satuan pendidikan KKP yang dilakukan serentak diseluruh nusantara.

Sambil berkaca-kaca, Menteri Edhy mengaku optimis siswa lulusan SUPM bisa membuat laut Indonesia semakin berdaya guna. Keuletan mereka juga telah ditunjukkan melalui semangat yang tidak padam meski belajar dan lulus di tengah pandemi covid-19.

“Saya terharu di kondisi sulit ini semangat anak-anak tidak padam,” kata Menteri Edhy di awal sambutannya.

Dikatakan Menteri Edhy, lulusan SUPM merupakan modal berharga dari sisi sumber daya manusia untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Dia berharap, selain melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, lulusan SUPM bisa menjadi wirausahawan baru di bidang perikanan.

“Saya yakin kalau lulusan ini kompak, mereka tidak akan menjadi penganggur. Saya setuju anda menjadi pengusaha, modal ilmu yang anda miliki sangat luar biasa,” sambungnya.

Usai memberikan sambutan, Menteri Edhy menyempatkan diri untuk membuka ruang interaktif dengan para wali siswa SUPM mulai dari Aceh, Pariaman, Lampung, Tegal, Pontianak, Kupang, hingga Sorong. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Edhy pun meminta restu untuk berjuang memajukan sektor kelautan dan perikanan nasional.

“Semoga putra-putri ibu menjadi anak yang sukses setelah ini bahkan sekolah yang lebih tinggi. Tolong doakan kelautan perikanan kita semakin jaya dan sukses,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Sjarief Widjaja memaparkan lulusan SUPM akan menjadi SDM yang handal dan kompeten karena penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan KP bersendikan 4 pilar utama; yakni learning to know, to do, to live together, dan to be. Keempat pilar tersebut ditujukan untuk membangun karakter yang berahklak mulia, beriman, bertaqwa, memiliki kompetensi dan mampu berdaya saing tinggi baik secara nasional maupun internasional, yang harus ditunjang dengan pengembangan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan karakter (Character Building).

Selain itu, satuan pendidikan KKP juga menganut sistem boarding school, kurikulum berbasis kompetensi, kewirausahaan, pendekatan pembelajaran teaching factory, serta konsep 6 M (man, money, material, machine, method, market). Tujuannya agar lulusannya memiliki karakter unggul dan memiliki kompetensi sehingga menjadi tenaga kerja profesional, memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat serta berkarakter baik, sehingga dapat menjadi kekuatan bagi pengembangan dunia usaha dan dunia industri kelautan dan perikanan.

“Penguatan kewirausahaan ini dilakukan dengan tak hanya dengan penyelenggaraan mata pelajaran khusus kewirausahaan hampir disetiap semesternya, tapi juga dengan menggandeng pihak eksternal untuk memberikan pelatihan bisnis dan manajemen,” terang Sjarief.

Saat ini SUPM tersebar di Provinsi Aceh (Ladong), Sumatera Barat (Pariaman), Lampung (Kota Agung), Jawa Tengah (Tegal), Kalimantan Barat (Pontianak), Sulawesi Selatan (Bone), Maluku (Waeheru), Nusa Tenggara Timur (Kupang) dan Papua Parat (Sorong). Penyelenggaraan proses pendidikan di SUPM terlaksana selama 3 tahun dan pada umumnya memiliki 4 program keahlian, yaitu Program Keahlian Teknika Kapal Penangkap Ikan, Program Keahlian Teknika Mesin Kapal Perikanan, Program Keahlian Teknika Pengolahan Hasil Perikanan, dan Program Keahlian Teknologi Budidaya Perikanan Laut/Teknologi Budidaya Perikanan Air Payau.

“Di SUPM, kami menonjolkan kegiatan praktik sebesar 60 persen dengan 40 persen teori. Kami juga berkomitmen menyejahterakan masyarakat KP, dengan menetapkan 50 persen peserta didik berasal dari anak pelaku perikanan baik itu anak nelayan, anak petambak, anak pengolah ikan, hingga anak pengumpul ikan,” sambungnya.

Setiap lulusan juga dibekali sertifikat keahlian yang diselenggarakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta pelatihan bersertifikat di bidang kelautan dan perikanan, kompetensi, seperti pada prodi Nautika Perikanan Laut (NPL), para siswa mendapatkan Sertifikat BST, ANKAPIN II, Sertifikat kompetensi keahlian Pengoperasian alat tangkap purse seine, Pengoperasian alat tangkap long line, pengoperasian alat tangkap gillnet, Penanganan hasil tangkapan diatas kapal, dan Perakit alat penangkapan ikan. Pada prodi Teknika Perikanan Laut (TPL), para siswa dibekali dengan Sertifikat BST, ATKAPIN II, Sertifikat kompetensi keahlian Pengoperasian Mesin Induk dan mesin bantu, Pengoperasian mesin refrigerasi/mesin pendingin, perawatan mesin induk, mesin bantu dan mesin refrigerasi. Pada prodi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHP) para siswa mendapat Sertifikat HACCP, Sertifikat kompetensi keahlian Pengolahan hasil perikanan, Pengemasan hasil perikanan, pengiriman bahan baku perikanan dan Diversifikasi hasil perikanan. Dan pada prodi Teknologi Budidaya Perikanan (TBP), para siswa mendapatkan Sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), Sertifikat Kompetensi keahlian Pembesaran ikan, pembenihan ikan, pembuatan dan pengelolaan pakan, pengemasan dan pengiriman hasil budidaya.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *