Dirut KAI, Gubernur DKI Jakarta, dan Wali Kota Bogor Tinjau Langsung Pelayanan KRL di Stasiun Bogor

Sharing is caring!

Dirut KAI, Gubernur DKI Jakarta, dan Wali Kota Bogor Tinjau Langsung Pelayanan KRL di Stasiun Bogor 1
Direktur Utama KAI (kedua kanan) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Wali Kota Bogor Bima Arya (tengah) meninjau KRL di Stasiun Bogor.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wali Kota Bogor Bima Arya turun langsung ke Stasiun Bogor untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik dan melihat langsung pelayanan KRL pada Senin (15/6).

Didiek beserta rombongan memastikan ketentuan protokol pencegahan Covid-19 seperti penerapan physical distancing di kereta dan stasiun, penggunaan masker, dan penyediaan hand sanitizer. Rombongan juga melihat kesiapan penanganan antrean penumpang dan fasilitas di stasiun, pengaturan armada bus, dan ketertiban penumpang di dalam KRL.

“Kami telah melakukan persiapan semaksimal mungkin dalam rangka pengaturan penumpang di stasiun dan di kereta,” ujar Didiek.

Didiek mengatakan tinjauan ini penting dilakukan untuk melihat penanganan kepadatan penumpang di hari pertama pemberlakuan work from office (WFO) bagi sebagian besar perusahaan di DKI Jakarta.

Didiek mengungkapkan pihaknya juga berterima kasih kepada Gugus Tugas Covid-19 yang menerbitkan SE No 8 Tahun 2020 tentang Pengaturan Jam Kerja Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Dalam SE tersebut diatur jam kerja bagi instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dan swasta menjadi dua shift. Shift pertama masuk antara pukul 07.00 – 07.30 dan pulang antara pukul 15.00 – 15.30. Adapun shift kedua masuk antara pukul 10.00 – 10.30 dan pulang antara pukul 18.00 – 18.30.

“Dengan adanya pengaturan jam kerja tersebut, diharapkan kepadatan di jam sibuk KRL dapat dikurangi,” kata Didiek.

Didiek juga berterima kasih atas disediakannya bus gratis oleh pemerintah pusat dan daerah yang dapat membantu mengurangi antrean di stasiun KRL dan memudahkan para calon penumpang KRL yang diharuskan bekerja di DKI Jakarta.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Daerah beserta jajarannya yang telah mendukung penuh ketertiban penyelenggaraan angkutan KRL. Termasuk membantu menyediakan bus-bus gratis di berbagai stasiun untuk melayani masyarakat yang ingin ke ibu kota,” ujar Didiek.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan SE DJKA No 14 Tahun 2020, kapasitas KRL dibatasi  maksimal sebanyak 45% atau hanya 74 penumpang per kereta.

Selain itu Didiek juga memberikan apresiasi kepada penumpang KRL yang sudah tertib saat melakukan antrean tap in masuk ke peron, serta mematuhi semua prosedur yang diterapkan di Stasiun Bogor.

“Dengan pelaksanaan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat, kereta api dapat menjadi moda transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan sehat sampai tujuan bagi para penumpang,” tutup Didiek.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya telah memfasilitasi 50 bus sekolah yang dikirimkan ke beberapa stasiun yang dapat digunakan oleh para calon penumpang KRL yang ingin ke DKI Jakarta.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan meski terdapat kepadatan penumpang, namun antrean di Stasiun Bogor lebih tertata. Ia menyebut KAI dan KCI menerapkan sistem antrean yang jauh lebih baik sehingga penumpang tidak menumpuk. (Public Relations KAI)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *