Transformasi Satuan Pendidikan KP Untuk Wujudkan SDM Unggul

Sharing is caring!

Transformasi Satuan Pendidikan KP Untuk Wujudkan SDM Unggul 1

Tegal (14/6) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), secara resmi telah menerima hibah Barang Milik Daerah (BMD) berupa tanah 10.1 Ha hektar yang diberikan oleh Pemerintah Kota Tegal, pada 11 Juni 2020, di Pendopo Kantor Walikota Tegal.

Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima Tanah diserahkan langsung oleh Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono, kepada Menteri KP cq Kepala Biro Keuangan KKP, dan disaksikan oleh Sekda Kota Tegal, Sekretaris BRSDM, Kepala SUPM Tegal, Kepala BPPP Tegal, serta Auditor Inspektorat 3 Itjen KKP.

Ini merupakan langkah nyata dukungan dari Pemerintah Kota Tegal kepada satuan pendidikan KKP dalam rangka meningkatkan jenjang menjadi pendidikan tinggi dan pengembangan Revolusi Industri 4.0 serta program menuju SDM Unggul di era milenial.

Saat ini, SUPM Tegal tengah bertransformasi menjadi Politeknik Kelautan dan Perikanan Tegal. Dengan terbitnya UU No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah khususnya Pasal 12 yang berkaitan dengan Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah dalam Bidang Pendidikan maka SUPM Tegal harus bertransformasi meningkatkan jenjang menjadi Pendidikan Tinggi. Permasalahan kepemilikan lahan ini merupakan hal penting dalam pendirian politeknik karena merupakan salah satu syarat pendirian pendidikan tinggi seperti yang tertuang pada Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 100 Tahun 2016.

“SUPM Tegal merupakan sekolah perikanan tertua di Indonesia dan sayang sekali jika statusnya tidak bisa ditingkatkan menjadi Politeknik. Dengan adanya politeknik ini akan menambah citra diri Pemkot Tegal, karena konsep pembangunan politeknik ini adalah ramah lingkungan dan menyatu dengan alam, sehingga bisa dijadikan wisata pendidikan sekaligus wisata alam. Konsep bangunannya pun akan ramah lingkungan. Saya harap ke depannya Politeknik KP Tegal juga dapat terus berkembang dan menjadi kampus percontohan,” ucap Dedy Yon.

Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja, pun menyampaikan apresiasinya atas penyerahan hibah tanah oleh Pemkot Tegal. Menurutnya penyerahan ini adalah berkah yang luar biasa untuk KKP. “Dengan berdirinya Polteknik KP Tegal dan dengan Tri Darma perguruan tinggi yang diembannya, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi SDM kelautan dan perikanan melalui jalur pendidikan formal, serta meningkatkan kompetensi masyarakat kelautan dan perikanan secara informal melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan dan juga meningkatan perekonomian warga sekitarnya dan masyarakat Kota Tegal pada umumnya,” terang Sjarief.

Politeknik KP Tegal akan menerapkan sistim vokasi dengan pendekatan teaching factory (Tefa) yakni 70 persen praktik dan 30 persen teori. Di mana, sebanyak 50 persen peserta didiknya berasal dari anak pelaku utama perikanan. Politeknik KP juga menjadi center of excellence bagi sekolah menengah kejuruan dan perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi terkait kelautan dan perikanan.

Politeknik KP Tegal juga memiliki 4 program studi yaitu Teknologi Penangkapan Ikan (TPI), Permesinan Perikanan (MP), Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPH), dan Program Studi Teknik Budidaya Perikanan (TBP). Di mana 10 persen lulusan satuan pendidikan kelautan dan perikanan lingkup BRSDM KKP dituntut menjadi wirausaha muda melalui program kewirausahaan yang terstruktur dari semester awal sampai semester akhir melalui kurikuler ataupun ekstrakurikuler.

Sehinga seluruh peserta didiknya dituntut memiliki network dengan mitra yang mendukung penciptaan wirausaha muda; mampu memetakan potensi bisnis dari hulu ke hilir bidang kelautan dan perikanan; serta membentuk karakter wirausaha ‘fight’ melalui kompetisi-kompetisi yang dilakukan atau di luar satuan pendidikan KP.

“Sejak awal menjadi bagian satuan pendidikan KP, para taruna-taruni sudah dididik secara kemiliteran untuk membangun kedisiplinan, kejujuran, jiwa korsa, teamwork, dan sebagainya. Karena kerja di bidang KP tidaklah mudah, tidak bisa di kota besar, harus di remote area. Untuk itu kami membutuhkan anak-anak yang tangguh. Di mana lulusannya nanti dapat bekerja baik di dunia usaha maupun di dunia industri, dalam dan luar negeri,” papar Sjarief.

Kepala SUPM Tegal, Maskuri, menyatakan bahwa setelah adanya hibah tanah dari Pemkot Tegal ke KKP, selanjutnya di tahun 2021 akan diajukan pembangunan Politeknik dan segera membuka pendaftaran mahasiswa baru.

SUPM Tegal berdiri sejak tahun 1962 oleh Departemen Pertanian, yang merupakan sekolah tertua dari sembilan SUPM di Indonesia. Pada awalnya, tujuan sekolah untuk menghasilkan tenaga teknis perikanan guna mengatasi kebutuhan pegawai perikanan di instansi pemerintah. Tahun 1970-1984 ketika pengembangan perikanan laut diarahkan ke perikanan industri, mayoritas lulusan direkrut menjadi tenaga teknisi dek dan mesin kapal pada kapal penangkap ikan yang beroperasi di perairan Indonesia timur.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *