Bagaimana PR Menyikapi Kasus Virus Corona?

Sharing is caring!

Bagaimana PR Menyikapi Kasus Virus Corona? 1
Ilustrasi Virus. foto/istockphoto

Virus corona (Covid-19) telah menginfeksi ribuan dan membunuh ratusan di Cina dan terus menyebar ke negara lain. Organisasi layanan kesehatan di seluruh dunia bekerja keras untuk merawat pasien, belajar tentang virus dan dengan cepat menyebarkan informasi yang akurat.

Indonesia yang tadinya adem ayem dan tidak ditemukan adanya infeksi virus Corona (Covid-19) mendadak heboh. Pemerintah Indonesia telah mengonfirmasi adanya kasus virus corona pertama. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Adapun pasien merupakan dua orang perempuan yang berusia 64 tahun dan 31 tahun di Depok, Jawa Barat yang usai melakukan kontak dengan seorang warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Menurut Wali Kota Depok, Jawa Barat, Muhammad Idris Abdul Somad ada sekitar 50 orang lebih yang berinteraksi dengan dua pasien positif virus corona. ­

Sejumlah media luar turut memberitakan tentang kasus positif virus corona pertama di Indonesia. Di antara media luar yang memberitakan adalah The Guardian. Media internasional ini memberitakan dengan judul “Kasus Coronavirus Pertama Dikonfirmasi di Indonesia di Tengah Kekhawatiran Bangsa Ini Tidak Siap untuk Terjangkit”

Sementara itu, The Sydney Morning Herald, sebuah media asal Australia memberitakan konfirmasi Indonesia sembari mengutip pernyataan Presiden Jokowi yang mengatakan Indonesia siap menangani wabah Covid-19. Bahkan, The Sydney Morning Herald juga mengkritisi jumlah orang yang diuji virus corona hanya sebanyak 333 orang padahal total populasi penduduk mencapai 270 juta jiwa. Angka tersebut memang lebih kecil dari yang diujikan para negara tetangga yang memiliki jumlah populasi lebih kecil dengan ribuan orang dites virus corona.

Keadaan darurat kesehatan global telah mengganggu operasi perusahaan dan merek industri perjalanan dengan operasi internasional. Ini berdampak pada institusi pendidikan tinggi yang mendaftarkan siswa Cina. Banyak bisnis AS diantaranya Apple dan Starbucks telah menutup outlet mereka di Cina. Maskapai telah menangguhkan penerbangan ke dan dari Cina. Penumpang yang kembali dari Tiongkok yang mungkin terpapar virus sedang diuji. Orang-orang dengan tanda-tanda infeksi terhadap virus sedang dikarantina.

Tidak mengherankan, ketakutan dan kesalahan informasi telah menyebar di media sosial. Di garis depan Centers for Disease Control and Prevention dan organisasi kesehatan masyarakat lainnya bersama dengan profesional komunikasi perusahaan mendistribusikan informasi kepada publik dan karyawan. Bahkan organisasi domestik yang sekarang merasa jauh dari coronavirus dapat segera mengkomunikasikan informasi kesehatan dan perjalanan. Lantas bagimana Pemerintah Indonesia bersikap?

Di Indonesia, Pemerintah memutuskan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menjadi pusat segala informasi dan komunikasi terkait dengan penanganan wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia. Bukan hanya soal kesehatan, tetapi di KSP juga akan menampung segala informasi dari segi pariwisata, hingga perhubungan. Sedangkan Kementerian Kesehatan berada di garis depan untuk penanganan kasus penyebaran virus Corona di Indonesia.

Tindakan Komunikasi PR untuk  Covid-19

Menanggapi kasus Corona yang menjadi masalah serius ini, para praktisi Public Relations (PR) baik itu Kehumasan dari badan/institusi Pemerintah, kantor swasta, pendidikan, atau brand perlu memberikan komunikasi yang sering, transparan, dan akurat. Buat pesan sederhana dan faktual untuk menghindari kepanikan yang tidak perlu, dan hanya merujuk hanya informasi dari pemerintah atau organisasi kesehatan yang valid.

Dapatkan informasi dan siap bertindak. Terus memantau media dan secara teratur terlibat dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal untuk tetap mengikuti situasi dan siap untuk bertindak cepat. Menyusun rencana krisis pendahuluan berdasarkan rekomendasi dari organisasi kesehatan masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran penyakit ke di dalam organisasi/institusi.

Tekankan keselamatan karyawan. Tempatkan prioritas pada keselamatan karyawan. Perhatikan rencana perjalanan karyawan. Pertimbangkan untuk mengizinkan pengaturan kerja jarak jauh atau mobile.

Tingkatkan CSR. Meningkatkan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan berkontribusi pada kasus Corona di Indonesia, seperti membagikan masker ke karyawan dan menyediakan cairan antiseptik di lobby kantor. Beberapa PR perusahaan di Indonesia telah aktif dalam mencegah penyebaran virus Corona, diantara telah dilakukan oleh Traveloka, Allianz Indonesia, dan KAI,

Tolak informasi yang salah dan berita palsu. Saat ini banyak sekali hoaks yang beredar mengenai virus Corona, sehingga seorang PR harus pandai dalam mensikapi berita-berita yang berseliweran di online dan media sosial.

Wabah coronavirus (Covid-19) membawa kembali kenangan tentang wabah Ebola 2014. Beberapa kesalahan manajemen komunikasi dan komunikasi yang dilakukan pada tahun 2014 diulang sama dalam situasi coronavirus. Ketika coronavirus mulai menyebar, para pemimpin politik, termasuk Presiden AS Donald Trump, mengeluarkan pernyataan publik yang positif dan tidak realistis. Bahkan sekarang, tidak diketahui seberapa mudah atau cepat virus menyebar, sebagian karena informasi dari China tidak dapat diandalkan.

Perkantoran perlu untuk melakukan edukasi dan literasi mengenai virus Corona. Bahkan perlu adanya pelatihan kepada karyawan dalam pencegahan risiko, termasuk mencuci tangan yang sering dan menyeluruh. Hal ini juga membantu mencegah jenis flu biasa.

Intinya: Coronavirus (Covid-19) telah menjadi masalah kesehatan masyarakat dan PR. Bisnis dan organisasi di berbagai industri di Indonesia yang terkena dampak perlu mengikuti rekomendasi dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Sebaliknya KSP harus memberikan informasi yang tepat waktu dan akurat, menghilangkan informasi yang salah, melindungi seluruh warga negara, dan membuat keputusan yang bijaksana untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *