Tahun Ini, Industri Media Diprediksi akan Menghadapi Paradoks Digital

Sharing is caring!

Tahun Ini, Industri Media Diprediksi akan Menghadapi Paradoks Digital 1

Teknologi akan terus mendefinisikan ulang landskap media (media landscape) pada tahun 2020, menciptakan peluang dan tantangan bagi pemasar. Seiring dengan pengeluaran iklan untuk platform sosial dan teknologi yang terus tumbuh; inovasi teknologi juga akan memungkinkan kebangkitan dalam keterlibatan dunia nyata.

Berdasar laporan dari Kantar, 2020 Media Trends & Predictions disebutkan bahwa pemasar dan pemilik media akan ditantang untuk mengembangkan keterampilan, model keterlibatan dan kemampuan pengukuran untuk melibatkan konsumen secara bermakna dalam lanskap media yang padat.

Kantar memprediksi akan ada paradoks digital; sementara saluran media yang baru dan berkembang akan menciptakan peluang, kontak digital yang melimpah justru akan membuatnya lebih sulit untuk terhubung dengan konsumen. Pemasar juga perlu menavigasi ‘dilema data’, memenuhi permintaan konsumen untuk konten yang relevan dan dipersonalisasi, tanpa melanggar kepercayaan dan privasi. Sementara itu, saat third-party cookies mulai runtuh, maka pengiklan perlu menemukan solusi pengukuran alternatif.

Tren teknologi yang mengubah lanskap media:

  • 5G akhirnya menjadi nyata: Industri pemasaran akan menjadi salah satu penerima manfaat utama dari era 5G, memungkinkan kemampuan yang jauh lebih besar untuk menjangkau dan terlibat dengan konsumen. Akan tetapi mengambil keuntungan dari peluang 5G akan membutuhkan transformasi yang signifikan dari pemasar. Di Indonesia, teknologi 5G ini akan siap ketika regulasi telah dibikin oleh pemerintah.
  • Pertempuran platform streaming akan semakin memanas: Pemain baru akan melihat pertempuran platform streaming yang semakin seru, akan tetapi pasar yang semakin jenuh akan mendorong keengganan konsumen untuk berlangganan layanan streaming.
  • Menaikkan volume: Para memilik brand akan menaikkan volume penjualan dengan mencoba jenis periklanan baru yakni audio.
  • Konten memenuhi perdagangan: Konten dan perdagangan akan menyatu ketika ‘shopvertising’ berkembang dari shopable social menjadi shopable TV dan digital out-of-home yang berkebalikan dengan siklus pemasaran tertutup.
  • Brand akan kembali ke platform offline: .Kehadiran kehadiran digital selama beberapa tahun terakhir akan dikurangi, sebaliknya lebih banyak pengalaman di dunia nyata. Artinya akan terjadi perlambatan dalam laju pertumbuhan iklan digital.
  • Brand akan mengambil sikap: Strategi brand pada tahun 2020 akan cenderung “radikal” dengan memastikan strategi media yang selaras dengan nilai dan tujuan mereka.
  • Bertumbuh lebih mature: Influencer marketing harus memiliki standar pengukuran yang lebih detil dan bisa dipertanggungjawabkan. Para brand akan mulai berkolaborasi lebih dalam dengan para influencer namun meminta adanya measurement dengan basis consumer engagement dengan berorientasi pada penjualan.
  • Melirik industri eSports: Pada tahun ini, esports akan menjadi mainstream yang menghadirkan peluang menguntungkan bagi pemilik media dan pengiklan.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *