5 Kesalahan untuk Dihindari oleh Narasumber Saat Berhadapan dengan Media

Sharing is caring!

5 Kesalahan untuk Dihindari oleh Narasumber Saat Berhadapan dengan Media 1
www.freepik.com

1. Tidak memahami ‘pola pikir media’

Semakin Anda memahami cara berpikir jurnalis, semakin besar kemungkinan Anda untuk dapat memberikan sesuatu yang mereka cari. Simpel sebenarnya, yang diperlukan oleh media adalah informasi yang memiliki potensi besar untuk menarik perhatian pembaca, pemirsa, atau pendengar mereka.

Jadi bisnis Anda sendiri mungkin tidak menonjol, tetapi mungkin kisah pribadi Anda akan menarik – apakah Anda mengatasi kesulitan dengan cara tertentu, atau apakah Anda membuat perubahan karier yang radikal yang mungkin menarik orang (pedagang kota menjadi domba) petani, mungkin?). Atau apakah Anda memiliki pandangan tentang isu-isu lokal atau industri yang menurut orang lain akan menarik dan relevan? Pikirkan sekreatif mungkin untuk menciptakan ‘angle’.

2. Tidak merespons dengan cukup cepat

Reporter dan editor adalah orang-orang yang sibuk, jadi jika mereka menelepon untuk mencari komentar atau pendapat, sebaiknya tanggapi mereka sesegera mungkin. Reporter pun sadar bahwa nasa sumber kadang-kadang sulit untuk dihubungi, sehingga mereka akan sering melakukan beberapa panggilan telepon atau melalui WhatsApp. Brand atau perusahaan yang merespons paling cepat maka akan mendapat respek baik dari wartawan.

3. Tidak mempersiapkan diri untuk wawancara

Masalah paling sering terjadi ketika narasumber hanya menanggapi pertanyaan wartawan seadanya. Padahal hal ini sangat berbahaya dan bisa menurunkan kredibilitas. Jurnalis yang kritis akan mengajukan pertanyaan yang beruntun dan kadang “menjebak” narasumber sehingga  informasi yang seharusnya tidak keluar malah disampaikan. Dan hal seperti ini sudah pasti menjadi ‘quote’  di artikel yang ditulis oleh jurnalis. Oleh karenanya, narasumber sebaiknya mempersiapkan diri dengan potential Q&A yang akan diajukan oleh wartawan.

Narasumber boleh saja menyampaikan mengenai teknologi atau inovasi dari produknya ke media sepanjang hal tersebut boleh dipublikasikan. Media justru akan antusias terhadap informasi baru yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Jadi apabila Anda dihubungi via telepon oleh seorang jurnalis, selalu cari tahu apa yang mereka cari, dan katakan Anda sedang sibuk saat ini tetapi akan segera menelepon  kembali. Gunakan waktu untuk benar-benar berpikir tentang apa yang ingin Anda sampaikan dan apa yang menarik bagi pembaca atau audiens mereka.

4. Tidak sampai pada intinya

Ini sangat penting jika Anda mendapat kesempatan untuk diwawancarai oleh jurnalis radio atau TV. Biasanya para jurnalis akan memberikan poin-poin yang akan ditanyakan sehingga Anda bisa mempersiapkannya terlebih dahulu. Oleh karenanya, sebaiknya hindari untuk berbicara panjang lebar dan langsung ke pokok pembicaraan.

5. Berbicara dalam jargon

Sebaiknya Anda tidak menganggap semua orang, termasuk wartawan,  mengetahui banyak informasi tentang industri Anda. Gunakan bahasa sehari-hari, bukan bahasa teknis – dengan kata lain, pikirkan bagaimana Anda akan menjelaskannya kepada teman atau anggota keluarga yang tidak berada dalam bidang bisnis yang sama. Bahasa yang membumi.

source: marketingdonut.co.uk

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *