Pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN ke-18: Indonesia Dorong Penguatan Fasilitasi Perdagangan dan Implementasi Revolusi Industri 4.0

Sharing is caring!

Bangkok, 31 Oktober 2019 – Indonesia mendukung penguatan dan keberlanjutan prioritas ekonomi ASEAN di masa Keketuaan Thailand tahun 2019, khususnya di bidang fasilitasi perdagangan serta kesiapan negara anggota ASEAN dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Hal tersebut disampaikan Ketua Delegasi RI, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, pada Pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council) ke-18 di Bangkok, Thailand, Kamis (31 Okt).

Pertemuan ini mengawali rangkaian Pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-35 yang akan dihadiri oleh Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN dan mitra pada 2–4 November 2019. Menko Perekonomian RI didampingi oleh Menteri Perdagangan RI bersama para Menteri ASEAN Economic Community (AEC) Council bertemu terlebih dahulu untuk membahas penyelesaian dan capaian sejumlah agenda penting ASEAN dalam rangka integrasi ekonomi 2025, untuk dilaporkan kepada Kepala Negara/Pemerintahan.

Agenda utama yang dibahas, yaitu: (i) perkembangan capaian prioritas ekonomi ASEAN di masa keketuaan Thailand tahun 2019 yang mengangkat tema “advancing partnership for sustainability”; (ii) konsep pelaksanaan Mid-Term Review (MTR) AEC dalam upaya memonitor perkembangan capaian prioritas ekonomi AEC Blueprint 2025; (iii) evaluasi efektivitas proses kerja AEC, dan (iv) renaca kerja sama ASEAN dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Para Menteri AEC mengesahkan penyelesaian 10 dari 13 Priority Economic Deliverables, salah satunya yaitu ASEAN Digital Integration Framework Action Plan (DIFAP) 2019-2025. Ini merupakan rencana aksi yang diperlukan untuk memajukan dan mengatasi hambatan integrasi digital di ASEAN, yakni konektivitas dan akses, ekosistem keuangan, perdagangan, tenaga kerja, dan ekosistem bisnis. Indonesia mencatatkan secara khusus tentang pentingnya pengoperasian ASEAN Single Window dicapai pada akhir tahun ini karena akan dapat melancarkan penyampaian dokumen ekspor dari negara pengekspor ke negara tujuan ekspor. Para Dewan AEC juga mencatat bahwa penyelesaian secara substansial perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) akan diumumkan oleh para Kepala Negara/Pemerintahan pada KTT RCEP ke-3 pada 4 November 2019.

“Pertemuan mencatat capaian yang sangat signifikan telah dilakukan oleh ASEAN khususnya di pilar ekonomi dalam menyelesaikan target-target yang mendukung penguatan fasilitasi perdagangan dan mempersiapkan ASEAN menghadapi revolusi industri 4.0 pada tahun 2019 ini”, ujar Mendag.

AEC Council juga mencatat kemajuan yang telah dijalankan oleh badan sektoral AEC dalam mewujudkan AEC Blueprint 2025. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan ASEAN yang semakin terintegrasi sebagai pasar tungal dan basis produksi, kawasan ekonomi yang kompetitif, pengembangan ekonomi yang merata, dan kawasan yang terintegrasi dengan perekonomian global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *