Komitmen Lindungi Pekerja Perempuan, RP3 dikunjungi Negara Kamboja

Sharing is caring!

Jakarta (25/10) Setelah diresmikan oleh Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise pada 24 September 2019 lalu, Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3) PT. Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dikunjungi oleh Cambodian Labor Conferedation (CLC) . Dalam kunjungan tersebut, para Delegasi CLC melihat dan mempelajari upaya yang dilakukan oleh RP3 PT KBN Cakung terkait perlindungan bagi pekerja perempuan.

“Tujuan didirikannya RP3 adalah menyediakan fasilitasi pengaduan, pelaporan, dan penanganan kasus – kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang dialami para pekerja perempuan di tempat kerja mereka. Selain itu, memberikan pemahaman atau pendidikan mengenai pentingnya perlindungan bagi pekerja perempuan dari kekerasan dan pelecehan seksual. Salah satu RP3 yang telah didirikan adalah RP3 PT KBN Cakung,” ujar Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan Kemen PPPA, Rafail Walangitan.

Berdasarkan data kekerasan 2019 yg dipublikasikan oleh Komnas Perempuan, kekerasan di ranah publik mencapai angka 3.915 kasus. Kekerasan seksual menempati peringkat pertama sebanyak 2.521 kasus (64%), diikuti kekerasan fisik 883 kasus (23%), kekerasan psikis 212 kasus (5%), dan kategori khusus yakni perdagangan orang 158 kasus (4%), dan kasus pekerja migran 141 kasus (4%). Namun, selama ini belum ada catatan khusus mengenai kekerasan dan pelecehan seksual di tempat kerja karena para pekerja perempuan merasa malu, takut, dan tidak tahu harus ke mana mereka mengadukan tindak kekerasan dan pelecehan seksual di tempat kerja mereka.

“Semoga para Delegasi CLC dapat melihat dan belajar mengenai upaya dan terobosan yang dilakukan olehg RP3 PT KBN Cakung. Lebih baik lagi, jika dapat mendirikan dan menerapkan RP3 yang sama di Kamboja. Kami senang jika negara – negara ASEAN lainnya dapat melakukan kunjungan di kawasan RP3 lainnya. RP3 yang dibangun tentu tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan pihak lain dalam penanganan tindak kekerasan dan pelecehan seksual terhadap pekerja perempuan. Mereka selama ini telah memberikan sumbangsih yang luar biasa dan menjadikan perlindungan bagi pekerja perempuan sebagai suatu inti dari pekerjaan kita,” tutup Rafail.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *