Badan POM Menjadi Tuan Rumah 25th PIC/S Expert Circle Meeting on Human Blood, Tissues, Cells and ATMPs 2019

Sharing is caring!

Jakarta – Badan POM RI bergabung menjadi anggota Pharmaceutical Inspection Co-operation Scheme (PIC/S), sebuah forum kerja sama dalam bidang inspeksi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada 1 Juli 2012. Sejak menjadi anggota ke-41 dari 52 negara anggota PIC/S, Badan POM secara berkesinambungan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan PIC/S untuk mendukung terwujudnya harmonisasi standar serta peningkatan kapasitas dan kompetensi personil dari masing-masing negara anggota tersebut.

“Menjadi anggota PIC/S berarti kualitas pengawasan Badan POM dapat dikategorikan sejajar dengan Institusi Pengawas Obat negara maju anggota PIC/S lainnya seperti Amerika Serikat (US FDA), Inggris (MHRA), Jepang (PMDA) dan Australia (TGA),” jelas Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito. Hal ini berarti standar, sistem manajemen mutu  dan kompetensi Inspektur CPOB Badan POM mendapat pengakuan internasional.

Setelah pada tanggal 5–9 Oktober 2015 Badan POM menjadi tuan rumah penyelenggaraan PIC/S Committee Meeting and Seminar on GMP for Biotechnology Facility, pada tahun 2019 ini tepatnya 8-10 Oktober 2019 Badan POM mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan PIC/S Expert Circle Meeting on Human Blood, Tissues, Cells and ATMPs 2019. Kegiatan serupa diselenggarakan di Polandia pada tahun 2018 lalu.

PIC/S Expert Circle Meeting merupakan forum area teknis spesifik yang mencakup pembahasan mengenai produk darah, sel dan jaringan manusia, sistem teknologi informasi komputerisasi, bahan baku obat, dan manajemen risiko mutu di industri farmasi. Forum ini berperan penting dalam pengembangan pedoman spesifik dan ajang peningkatan kompetensi untuk Inspektur CPOB.

Dengan mengangkat tema “Human Blood, Tissues, Cells and ATMPs: How to inspect and current trends”, PIC/S Expert Circle Meeting on Human Blood, Tissues, Cells and ATMPs di tahun 2019 ini menghadirkan pakar dan pembicara dari Institusi Otoritas Pengawas Obat, tim ahli dari WHO dan Lembaga internasional, praktisi industri farmasi, dan serta akademisi dari negara-negara di Asia, Eropa, Amerika, dan Australia. Kegiatan yang terdiri dari rangkaian seminar dan workshop ini dihadiri 105 orang inspektur CPOB yang berasal dari 25 negara.

Kepala Badan POM menyampaikan bahwa keanggotaan Badan POM dalam PIC/S menunjukkan kredibilitas sekaligus komitmen Indonesia dalam upaya menjamin produk obat yang aman, bermutu, dan efektif demi kemajuan industri farmasi dalam negeri. “Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan komitmen Badan POM dalam mendukung implementasi Inpres No. 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan,” jelasnya.

Lebih lanjut Penny K. Lukito memaparkan bahwa topik yang dibahas pada PIC/S Expert Meeting kali ini sangat tepat, karena pada saat ini Badan POM telah mengambil langkah konkret dalam melaksanakan Inpres 6 tahun 2016 yaitu dengan membentuk Satuan Tugas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Produk Biologi.

Inspektur CPOB dari setiap negara secara aktif berdiskusi membahas isu terkini di bidang obat serta berbagi pengalaman dan perspektif dalam menghadapi permasalahan di lapangan. Hal ini diharapkan akan menjadi input untuk penyempurnaan pedoman PIC/S atau best practice dalam melakukan inspeksi. Selain mengakselerasi pengetahuan/kompetensi inspektur di bidang produk biologi, kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh para peserta untuk membangun jejaring agar lebih memperkuat kerja sama antar negara dan melakukan R&D produk inovasi tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *