Menkeu: Kebiasaan Membaca Masih Perlu Kita Pupuk

Sharing is caring!

Jakarta, 02 Oktober 2019 – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Festival Literasi 2019 (Feslit) bertema “Literasi Lintas Generasi” di Aula Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta. Menteri Keuangan (Menkeu) berharap, acara ini dapat meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya para pegawai Kemenkeu. “Kebiasaan membaca masih perlu kita pupuk. Event-event seperti ini yang kita coba lakukan di Kemenkeu. Bukan event yang spektakular, tapi gesture kita untuk memompa semangat dan menyebarkan semangat literasi,” ungkap Menkeu.

Pada hari ini, sesi bincang buku membahas mengenai kisah Mantan Presiden Indonesia B.J. Habibie, bersama Reza Rahadian dan Manoj Punjabi. Menkeu juga menjelaskan bagaimana generasi muda, utamanya generasi milenial, harus dapat menjawab tantangan ketersediaan informasi yang berlimpah, namun tetap berkualitas baik bagi diri sendiri. “Informasi yang ada sangat banyak, tetapi masyarakat malah jadi lebih narrow dan shallow. Kita tidak punya empati yang cukup untuk dapat menerima sudut pandangan yang berbeda. Masyarakat kita bukannya makin dekat, tapi malah jadi terkotak-kotak dan berjarak. Generasi milenial, anda memiliki tantangan yang tidak mudah, bagaimana melawan arus yang penuh ironi. Bagaimana anda bisa menjadi sosok yang punya wisdom, pada saat banjir informasi seperti saat ini,” jelas Menkeu.

Oleh karena itu, Menkeu mendukung Feslit yang selalu bergulir tiap tahun. “Seperti Pak Habibie, buat saya juga, membaca adalah oase. Seperti Bung Hatta, wakil presiden pertama Indonesia, waktu beliau dikucilkan, dia bawa koper yang isinya buku. Jadi, anda bisa memenjarakan fisik saya, tapi tidak pikiran saya. Buku adalah jendela dunia. Itulah kekuatan dari literasi,” ungkap Menkeu.

Acara hari ini merupakan rangkaian Festival Literasi Perpustakaan Kementerian Keuangan 2019 yang berlangsung sejak Senin (30 September) hingga Jumat (4 Oktober 2019). Feslit ditujukan untuk terus memupuk budaya literasi di dalam diri pegawai, yang diharapkan dapat membentuk Pegawai Kemenkeu yang inovatif, kreatif, kristis dan produktif. Kemampuan tersebut sangat diperlukan oleh pegawai untuk meningkatkan kinerja dan secara tidak langsung akan mempercepat proses transformasi kelembagaan di Kemenkeu. Tahun ini merupakan Feslit kolaboratif yang pertama kalinya melibatkan perpustakaan dan kehumasan unit Eselon 1 di Kemenkeu antara lain Perpustakaan dan Humas Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Perpustakaan dan Humas Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Perpustakaan dan Humas Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), dan Perpustakaan dan Humas Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK).

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *