Penjelasan Jasa Marga Mengenai Sistem Aplikasi FLO dan LinkAja Sebagai Alat Pembayaran di Jalan Tol

Sharing is caring!

Jakarta (09/07) – Untuk memberikan pemahaman yang lebih tepat terkait Sistem Aplikasi FLO dan LinkAja sebagai salah satu alat pembayaran di jalan tol yang dikutip beberapa pemberitaan di media dan percakapan di media sosial, PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) menyampaikan beberapa penjelasan berikut.


1. Pembayaran Tarif Tol Dengan Sistem SLFF di Jalan Tol

Direktur Utama PT JMTO, Septerianto Sanaf, mengatakan PT JMTO menginisiasi dan mengembangkan sistem transaksi Single Lane Free Flow (SLFF) di jalan tol yang diberi nama FLO. FLO merupakan Sistem Pembayaran Tol Prabayar berbasis Mobile Application danSticker, yang menggunakan teknologi Radio Frequency Identification(RFID), serta menggunakan source of fund berbasis Voucher Elektronik (VE).

“Dengan mengunduh mobile application FLO di smartphone, lalu mengkoneksikannya dengan Sticker FLO maka pengguna jalan tidak perlu lagi berhenti untuk tapping uang elektronik saat melewati gerbang tol. Untuk lebih memudahkan pengguna jalan, dalam waktu dekat menu pembelian VE FLO juga akan tersedia ada di mobile application LinkAja, ” jelas pria yang akrab dipanggil dengan Aan ini.

2. LinkAja Berperan Sebagai Sumber Dana Pembelian Voucher Elektronik (VE) Aplikasi FLO

Peran LinkAja dalam mekanisme kerjasama antara PT JMTO dan LinkAja adalah sebagai sumber dana untuk pembelian Voucher Elektronik (VE) FLO yang dapat digunakan untuk pembayaran tarif tol melalui aplikasi FLO, bukan sebagai alat pembayaran langsung yang dapat digunakan oleh pengguna jalan.

“Nantinya, untuk pengguna LinkAja yang sudah melakukan pembelian voucher elektronik FLO melalui mobile applicationLinkAja, akan dapat melewati atau mengakses Gardu Tol khusus di Jalan Tol Jasa Marga, dengan menggunakan aplikasi dan sticker FLO di kendaraan yang kami kembangkan,” lanjut Aan.

3. Saat Ini SLFF dengan Aplikasi FLO Masih Dalam Tahap Uji Coba Terbatas

Walaupun hingga saat ini jumlah Gardu Tol khusus pengguna Aplikasi & Sticker FLO telah mencapai 20 gardu yang tersebar di Jabotabek, FLO belum dijual untuk masyarakat umum. PT JMTO masih melakukan uji coba terbatas dengan mengedepankan sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), diantaranya melalui kerjasama dengan armada operasional Garuda Indonesia dan bus-bus milik DAMRI.

“Kami harap uji coba terbatas untuk memastikan kesiapan teknologi dan produk dapat berjalan lancar, sehingga di akhir tahun 2019 dapat dijual kepada masyarakat dengan target 200 Gardu Tol khusus dapat melayani pengguna FLO,” jelas Aan.

4. Bayar Tol Tetap Harus Mengurangi Kecepatan

Aan juga menjelaskan yang dimaksud pembayaran tanpa henti adalah dengan menggunakan Aplikasi dan Sticker FLO, maka pengguna jalan tidak perlu berhenti untuk tapping uang elektronik.

“Ini beda hal dengan tidak perlu mengerem sama sekali. Pengguna FLO tetap harus mengurangi kecepatan saat memasuki Gerbang Tol. Demi keamanan pengguna jalan, kecepatan yang kami sarankan adalah 30Km/jam,” tegas Aan.

Dengan adanya inovasi FLO yang berbasis RFID ini menunjukkan bahwa Jasa Marga konsisten untuk terus melakukan pengembangan pada berbagai aspek, baik dari segi fasilitas maupun layanan kepada pengguna jalan tol.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *