KFC Indonesia Terapkan Gerakan Tanpa Kantong Plastik di Banjarmasin, Bali dan Jambi

Sharing is caring!

dok.cybertokoh

JAKARTA, 5 Juli 2019 – Memasuki 40 tahun KFC Indonesia – maju bersama Indonesia, kembali menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dengan menjalankan gerakan tanpa kantong plastik. Aksi yang dilakukan di KFC wilayah Banjarmasin, Bali dan Jambi mulai awal Juli ini, sekaligus memperingati Hari Tanpa Kantong Plastik Dunia tanggal 3 Juli lalu. Kantong plastik diganti dengan kantong kertas.

Hendra Yuniarto, General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia Tbk, mengatakan, “Kami sebagai restoran cepat saji terbesar di Indonesia, senantiasa mendukung rencana pemerintah seputar peduli lingkungan dan kelestarian alam. Termasuk Pemerintah Kota Banjarmasin, yang bertekad menjadi salah satu tujuan wisata ramah lingkungan, dalam program Banjarmasin tanpa kantong plastik. Termasuk Bali dan Jambi.”

Di Banjarmasin kebijakan larangan kantong plastik tertuang dalam Peraturan Wali Kota nomor 18/2016. Pada tahun 2018 pemerintah daerah mengklaim telah berhasil mengurangi sampah kantong plastik sekali pakai hingga 55% atau 50 juta lembar dibandingkan sebelum peraturan tersebut dijalankan. Produksi sampah plastik menjadi beban di wilayah Banjarmasin karena 84 ton (15,10%) dari 611,3 ton sampah yang tiap hari diproduksi Banjarmasin dan masuk ke TPA adalah sampah plastik.

Sementara pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai di wilayah Bali diatur dalam Peraturan Gubernur Bali no 97 tahun 2018, dimana pelaku usaha dilarang menyediakan plastik sekali pakai, dan melarang siapapun untuk menggunakan plastik sekali pakai.

Menurut data Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maka di Bali khususnya, menghasilkan 3.039 ton sampah setiap harinya di mana sebesar 13,92% (423,141 ton) di antaranya adalah sampah plastik. Dari seluruh sampah yang dihasilkan setiap harinya, 52% tidak tertangani dengan baik (mismanaged waste), sehingga sejumlah 2.200 ton/ hari sampah mencemari lingkungan termasuk pantai dan laut dengan mayoritas sampah yang tidak tertangani adalah sampah plastik sekali pakai.

Swietenia Puspa Lestari, Pengagas Komunitas Divers Clean Action menjelaskan, “Tahun 2017 lalu kami melakukan ekspedisi keliling Bali bersama tim #kelilingbali yang diinisiasi oleh Make a Change World dan Bye Bye Plastic Bag. Dari data yang kami kumpulkan, kami menemukan 1 partikel mikroplastik per 300 hingga 3.300 liter di seputar lautan Bali dan sampah plastik sekali pakai antara 30.50% hingga 74.89%. Hal ini menunjukkan tingginya jumlah sampah plastik di Bali, yang berpotensi merusak pariwisata alam Bali.”

Hendra menegaskan, “KFC Indonesia akan memperluas wilayah gerakan tanpa kantong plastik sekali pakai ke seluruh Indonesia. Namun dukungan konsumen KFC akan sangat berarti dengan selalu membawa tas kantong sendiri saat membeli produk KFC untuk di-take away.”

Komitmen KFC terhadap lingkungan telah ditunjukkan sejak tahun 2012 dalam Program KFC Green Action. Kegiatan ini adalah kelanjutan dari program penanaman lahan gersang di tahun 2007. Semangat peduli lingkungan kemudian diperkuat dengan gerakan No Straw Movement sejak Mei 2017 lalu. Di awal Juli 2019 KFC juga mempersembahkan stainless straw eksklusif, dalam rangka 40 tahun KFC Indonesia. Program lainnya berupa gerakan Budaya Beberes dan gerakan pengelolaan sampah. Gerakan Budaya Beberes mengajak konsumen KFC agar senantiasa membereskan setiap sisa makanannya di manapun, tidak hanya di restoran KFC, dan lalu membuangnya ke tempat sampah.

Tentang PT Fast Food Indonesia

P.T. Fast Food Indonesia, Tbk. adalah sebuah perseroan yang didirikan pada tahun 1978 dan pemegang hak ekslusif usaha waralaba restoran KFC di Indonesia. Restoran pertama KFC berdiri pada tahun 1979 di Jakarta. Produk unggulan perseroan adalah New Improved Original Recipe dan Hot Crispy Chicken yang tetap merupakan ayam goreng paling digemari dalam berbagai survei konsumen di Indonesia. Dalam perjalanannya, KFC terus menambah koleksi menu-menu andalannya.

Selama 40 tahun berkiprah di industri restoran cepat saji Indonesia, saat ini KFC memiliki 700 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dengan mempekerjakan lebih dari 16.000 karyawan. Sebagai restoran berslogan ‘Jagonya Ayam’, KFC selalu menggunakan daging ayam dengan kualitas unggul yang diambil dari tempat pemotongan ayam yang selalu dijaga dan diawasi prosesnya, sehingga ayam yang dihasilkan pun lebih terjamin, higienis dan sehat. Semua bahan baku dan produk yang disajikan KFC, tidak hanya produk ayam, sudah mendapat sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan proses produksi para pemasok bahan KFC terus diawasi oleh pihak Quality Assurance KFC.  
 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *