Genjot Ekspor, Kemendag Kejar Penuntasan 11 Perjanjian Dagang

Sharing is caring!

Jakarta, 2 Juli 2019 – Kementerian Perdagangan terus berupaya meningkatkan ekspor produk Indonesia ke pasar internasional, salah satunya melalui penyelesaian perjanjian dagang dengan negara mitra. Hingga 2020, Kementerian Perdagangan menargetkan penyelesaian 11 perjanjian dagang, baik bilateral maupun multilaral.

“Indonesia harus menyelesaikan 11 perjanjian dagang, baik bilateral dan multilateral terutama dengan pertemuan tingkat menteri,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih di Jakarta, pada hari ini, Selasa (2/7).

Karyanto menyampaikan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan jajaran kementerian yang dipimpinnya tengah memfinalisasi perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) ASEAN dan enam perjanjian bilateral dengan negara yaitu Uni Eropa, Mozambik, Tunisia, Maroko, Turki, serta Mesir. Gencarnya Indonesia melakukan perjanjian dagang dengan banyak negara merupakan bagian dari menyiasati celah meningkatkan ekspor di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Sejalan dengan langkah tersebut, Kemendag juga berusaha membuka pasar tujuan ekspor baru di kelompok negara Afrika bagian selatan yang tergabung dalam Southern African Customs Union (SACU), Afrika bagian Barat (Economic Community of West African States/ECOWAS), negara-negara Eurasia, serta negara di kawasan Amerika Latin. Selain itu, Indonesia aktif di dalam pertemuan organisasi internasional seperti ASEAN, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), APEC, G20, dan G33.

“Kebijakan Kemendag meningkatkan kerja sama dengan sejumlah negara merupakan upaya dalam membuka peluang ekspor dan dapat mengatasi melambatnya ekspor Indonesia. Sekaligus, langkah membuka pasar baru untuk mendongkrak neraca perdagangan,” ujar Karyanto.

Berbagai agenda kenegaraan ini membuat Kemendag meminta penyesuaian agenda pemanggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Menteri Enggartiasto Lukita. “Mendag berkomitmen terhadap supremasi hukum dan menyampaikan apresiasi terhadap pemanggilan tersebut. Namun, karena padatnya agenda di luar negeri Mendag berhalangan menghadiri undangan,” pungkas Karyanto.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *