Komitmen Percepatan Penyelesaian IK-CEPA, Indonesia-Korea Selatan Lakukan Pertemuan Intersesi

Sharing is caring!

dok. Kastana.id

Jakarta, 25 Juni 2019 – Indonesia dan Korea Selatan berkomitmen mempercepat penyelesaian Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement/IK-CEPA) sebelum akhir tahun 2019. Komitmen ini ditandai dengan adanya perundingan lanjutan Indonesia dan Korea Selatan pada pertemuan intersesi IK-CEPA yang dilaksanakan pada 18-25 Juni 2019 di Jakarta.

Rangkaian pertemuan intersesi ini dilaksanakan secara paralel dengan enam pertemuan kelompok kerja dan dua subkelompok kerja antara lain perdagangan barang (subkelompok kerja instrumen pengamanan perdagangan dan subkelompok kerja teks perdagangan barang), jasa, investasi, ketentuan asal barang, prosedur bea cukai dan fasilitasi perdagangan (ROOCPTF), kerja sama dan pengembangan kapasitas, serta isu hukum dan kelembagaan.

“Sebagaimana kesepakatan kedua negara untuk menyelesaikan perundingan IK-CEPA secepat mungkin di tahun ini, pertemuan kali ini menunjukkan adanya kemajuan dalam menyelesaikan beberapa isu tertunda, terutama terkait akses pasar dan pembahasan konsep teks perundingan,” ujar Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berkomitmen menjadikan IK-CEPA perjanjian yang lebih baik dari komitmen kedua negara di perjanjian sebelumnya, yaitu ASEAN-Korean FTA (AKFTA). Dalam pertemuan ini, kedua delegasi juga saling bertukar pandangan atas penawaran awal akses pasar yang telah dipertukarkan pada 14 Juni 2019. Selain itu, terdapat kemajuan dalam pembahasan konsep teks perdagangan barang dan konsep teks instrumen pengamanan perdagangan yang sebagian besar artikelnya telah disepakati sebelumnya.

Dalam kelompok kerja pada kerja sama dan pengembangan kapasitas, kedua pihak membahas beberapa kemungkinan kerja sama kedua negara di sektor industri, perdagangan jasa, dan peningkatan kapasitas di bidang kesehatan. Kelompok kerja ini akan menghasilkan desain besar kerja sama Indonesia dan Korea Selatan yang saling menguntungkan dan berkesinambungan. Kerja sama tersebut khususnya di bidang industri, kesehatan, perikanan, dan sektor potensial lainnya, sehingga dapat meningkatkan investasi Korea Selatan di Indonesia.

Pada perundingan jasa, kedua pihak membahas akses pasar jasa untuk sektor jada distribusi, jasa hukum, jasa konstruksi, profesional independen, serta peserta pelatihan dan peningkatan kapasitas.

“Peningkatan perdagangan dan investasi dua arah yang saling menguntungkan dapat tercapai bila perundingan IK-CEPA ini dapat diselesaikan,” ujar Made.

Delegasi Indonesia dan Korea Selatan dijadwalkan bertemu kembali pada Agustus 2019 dalam putaran IK-CEPA selanjutnya yang akan dilaksanakan di Korea Selatan.

Sekilas Perundingan IK-CEPA

Perundingan IK-CEPA dilatarbelakangi adanya kesepakatan kedua negara untuk memulai kemitraan ekonomi komprehensif dengan membentuk kelompok studi gabungan (JSG/joint study group) IK-CEPA. Pertemuan JSG dilaksanakan tiga kali pada 2011 dan menghasilkan laporan JSG pada Oktober 2011. Selama periode 2012—2014, perundingan telah berlangsung hingga putaran ke-7 kemudian terhenti karena pergantian pemerintahan. Pada 19 Februari 2019, kedua negara sepakat mereaktivasi perundingan IK-CEPA melalui penandatanganan Joint Ministerial Statement oleh Menteri Perdagangan kedua negara. Perundingan IK-CEPA ditargetkan selesai pada November 2019.

Sekilas Hubungan Dagang Indonesia-Korea Selatan

Korea Selatan merupakan negara tujuan ekspor dan sumber impor ke-7 terbesar bagi Indonesia pada 2018. Perdagangan Indonesia–Korea Selatan tahun 2018 mencapai USD 18,6 miliar. Ekspor Indonesia ke Korea Selatan tercatat sebesar USD 9,53 miliar dan impor Indonesia dari Korea tercatat sebesar USD 9,08 miliar. Dari total perdagangan tersebut, Indonesia surplus terhadap Korea Selatan sebesar USD 443,6 juta. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Korea Selatan adalah batu bara, bijih tembaga, karet alam, kayu lapis, dan timah yang tidak ditempa. Sedangkan, komoditas impor utama Indonesia dari Korea Selatan adalah karet sintetis, produk baja besi datar, sirkuit terpadu elektronik, kain tenun benang filamen sintetik, dan kapal lainnya.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *