Ratusan Pedonor Darah Antre di Kemenkes

Sharing is caring!

Jakarta, 24 Juni 2019 – Hari ini telah digelar acara donor darah dalam rangka Hari Donor Darah Sedunia, di Kantor Kementerian Kesehatan RI. Ratusan pedonor ramai mengantre sebelum acara dibuka.

Berdasarkan pantauan Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, para pedonor telah memadati ruang acara sejak pukul 08.37 WIB. Saat itu tengah berlangsung pemberian sambutan dari Sekretaris Jenderal Kemenkes drg. Oscar Primadi, MPH mewakili Menteri Kesehatan dilanjutkan peresmian dibukanya acara Hari Donor Darah Sedunia.
Sekjen Oscar mengharapkan setiap orang bisa menjadi pedonor sukarela. Artinya, peran masyarakat dan semua pihak untuk mendapatkan darah berkualitas itu harus terbangun dari kesedaran ingin mendonorkan darahnya. Upaya ini harus selalu dikampanyekan.

”Kepedulian sosial yang harus kita tumbuhkan, kemudian bagaimana RS dan UTD-UTD (Unit Transfusi Darah) yang ada dapat memberikan pelayanan, dapat menatakelola dari sisi keamanan, dan diisi tenaga profesional,” katanya usai membuka acara tersebut.

Berdasarkan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) stok darah harus mencapai 2% dari jumlah penduduk. Di Indonesia, stok darah mencapai 90 persen, sisanya sedang diupayakan termasuk melalui kampanye sukarela di Hari Donor Darah Sedunia.

Plh Direktur Pelayanan Kesehatan Primer, drg. Farichah Hanum, M.Kes mengatakan donor darah kali ini diikuti secara suka rela oleh 300 orang pedonor yang berasal dari pegawai Kemenkes, keluarga pegawai, dan masyarakat umum. Sementara petugas pelaksana dari UTD PMI pusat dan UTD RSUP Fatmawati.

”Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah pertama mensosialisasikan donor darah suka rela, kedua mendapatkan persediaan darah untuk memenuhi kebutuhan darah masyarakat. Saya kira ini sebuah kegiatan yang sangat mulia,” katanya.

Farichah menambahkan tujuan yang ketiga adalah meningkatkan kesadaran masyarakat, meningkatkan kebutuhan penyumbangan darah yang secara suka rela teratur dan dapat menginspirasi seluruh masyarakat yang belum pernah menyumbangkan darahnya.

”Jadi ini sebuah kampanye yang perlu kita gerakan secara terus-menerus. Tujuan yang keempat mendukung pencapaian quick wins program pelayanan kesehatan darah yang merupakan kerja sama antara Puskesmas/pelayanan kesehatan primer, UTD dan RS dalam pelayanan darah khususnya untuk menurunkan angka kematian ibu,” ucap drg. Farichah.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *