Mudik Lebaran Bersama BKKBN “Kalau Terencana, Mudik Lebih Mudah”

Sharing is caring!

Jakarta (28/05/2019) – Keluarga merupakan lingkungan pertama dan

utama, tempat terbentuknya kepribadian yang mewarnai kehidupan manusia dan terbentuknya nilai-nilai agama, kemanusiaan, kebangsaan, keadilan sosial dan nilai-nilai moral secara praktis akan berproses dan ditentukan oleh keluarga. Keluarga juga merupakan pranata sosial pertama dan utama yang mengemban fungsi strategis dalam membekali nilai-nilai kehidupan bagi anak manusia yang tengah tumbuh dan berkembang untuk mencari makna dalam perjalanan hidupnya, sehingga terbentuk karakter manusia sejak dini hingga dewasa.

Untuk dapat mewujudkan Indonesia sejahtera dengan dasar keluarga yang bahagia dan sehat, setiap individu dalam keluarga harus mampu menjalankan 8 fungsi keluarga. Delapan fungsi keluarga menurut BKKBN ialah fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan fungsi pelestarian lingkungan. Dengan dilaksanakannya 8 fungsi keluarga, diharapkan keluarga Indonesia dapat menjadi keluarga sejahtera secara ekonomi dan berkualitas, jelas Sekretaris Utama BKKBN H. Nofrijal, SP, MA

Perubahan lingkungan dan kemajuan teknologi yang terjadi dengan cepat, menyebabkan perubahan kehidupan keluarga. Gaya hidup yang makin modern dan kesibukan orang tua yang semakin meningkat berdampak pada tatanan kehidupan keluarga, misalnya: waktu berkumpul dengan keluarga semakin berkurang, kesenjangan komunikasi antara orang tua dan anak karena terbatasnya waktu berkomunikasi, keluarga menjadi tidak tanggap atau kurang peduli pada kejadian-kejadian di lingkungan sekitarnya serta semakin lunturnya budaya gotong royong antar warga. Hal tersebut menyebabkan ketahanan di dalam keluarga menjadi tidak kuat, sehingga mudah terjadi perselisihan baik di dalam keluarga maupun antar warga sekitar serta lemahnya pembentukan karakter pada anak, tambah Nofrijal.

Bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah, merupakan momen yang baik bagi keluarga untuk berkumpul bersama saat sahur maupun buka puasa. Selain itu, momen mudik yang kerap terjadi pada masyarakat perkotaan, memiliki makna sebagai eksistensi masyarakat akan nilai kesadaran kolektif yang tidak pernah melupakan jati-dirinya dan kampung halaman tempat ia berasal. Setiap tahunnya, kegiatan mudik lebaran menjadi momentum yang tepat untuk keluarga berkumpul, berinteraksi, berdaya dan berbagi. Hal ini penting sekali untuk menjaga ketahanan keluarga.

Pada kesempatan Ramadhan 1440 H kali ini, BKKBN melalui program pemanfaatan jalur mudik untuk membangun citra lembaga. Peristiwa Mudik Lebaran menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan kepentingan dan masyarakat luas tentang permasalahan kependudukan. Banyak pihak hanya memandang peristiwa mudik lebaran semata dari aspek budaya, sebagai ritual tahunan para migran untuk melepas rindu kepada kampung halaman. Padahal, peristiwa itu erat kaitannya dengan permasalahan kependudukan, terutama urbanisasi. Penduduk usia produktif yang tidak tertampung oleh lapangan kerja di daerah asal atau alasan lain yang menyangkut pekerjaan di daerah asal yang tidak sesuai dengan ekspektasi pribadinya, memilih untuk berbondong-bondong bermigrasi ke kota-kota besar dimana pembangunan lebih pesat yang diikuti oleh pertumbuhan ekonomi sehingga terbuka banyak kesempatan kerja

Terkait dengan hal tersebut, BKKBN mengadakan Mudik Lebaran Gratis Tahun 2019 yang bertempat di Halaman Parkir Kantor BKKBN Pusat. Ada beberapa kota tujuan mudik yaitu ke 37 kota yang tersebar di Pulau Jawa. Peserta Mudik diikuti oleh 923 peserta, dengan persyaratan : peserta yang sedang ber KB (minimal 1 tahun menggunakan KB-MKJP/Metode Kontrasepsi Jangka Panjang dan 3 tahun untuk non-MKJP dengan menunjukkan kartu peserta KB, diutamakan jumlah anak maksimal 2 (dengan menunjukkan kartu keluarga), domisili Jabodetabek (dengan menunjukkan KT/surat keterangan domisili kelurahan/desa), bagi keluarga yang mempunyai anak dibawah umur 2 tahun wajib melampirkan surat keterangan sehat (dari dokter/bidan/faskes). Untuk Posko Mudik BKKBN, telah disediakan 5 titik posko diantaranya : Terminal Kampung Rambutan, Rest Area KM 39, Rest Area KM 102, Rest Area 68 arah Merak, Masjid Raya Ciasem (Pantura).

Pelepasan Mudik Lebaran Bersama BKKBN Tahun 2019 ini bertema “Kalau Terencana, Mudik Lebih Mudah”, perencanaan ini penting, agar mudik menjadi lebih mudah dan mengurangi resiko hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada saat mudik. Mulai dari merencanakan tanggal keberangkatan, transportasi yang nyaman, perlengkapan yang perlu dibawa termasuk obat-obatan, merencanakan keuangan selama mudik dan lebaran, hingga menyiapkan kartu identitas diri dan tiket, semuanya perlu direncanakan dan dipersiapkan demi kelancaran mudik. Jika segala keperluan mudik telah direncanakan, maka diharapkan mudik jadi lebih mudah.

Selain itu, Nofrijal menyampaikan bahwa pada tanggal 29 Juni tahun ini merupakan peringatan Hari Keluarga Nasional yang ke-26. Besar harapan seluruh keluarga Indonesia dapat menikmati momen Hari Keluarga Nasional bersama keluarganya dengan penuh suka cita. Seperti tema Hari Keluarga Nasional tahun ini, yaitu Hari Keluarga Nasional, Hari Kita Semua. Puncak Hari Keluarga Nasional Ke-26 akan dilaksanakan di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. BKKBN memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya Bapak Gubenur beserta jajaran atas dukungannya. Semoga puncak acara serta rangkaian kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan lancar dan diakhir sambutannya Nofrijal berpesan “Selamat Pulang Kampung, Selamat Berkumpul dengan Keluarga” Selamat Hari Keluarga Nasional Ke-26, Kalau Terencana, Semua Lebih Mudah! (Humas BKKBN).

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *