BEI Miliki 419 Galeri Investasi di Indonesia

Sharing is caring!

Jakarta, 26 April 2019 – Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini melaksanakan 2 (dua) peresmian dan 1 (satu) peresmian kembali Galeri Investasi BEI (GI BEI) di Universitas. Yang pertama, pada Senin (22/4) BEI melakukan peresmian kembali (relaunching) GI BEI di Universitas Sangga Buana YPKP di Bandung, Jawa Barat yang merupakan kerja sama 3 (tiga) pihak yaitu BEI dengan Universitas Sangga Buana YPKP dan PT MNC Sekuritas. Kemudian yang kedua masih dari Kota Bandung, Senin (22/4) BEI meresmikan GI BEI di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Nusantara yang merupakan kerja sama 3 (tiga) pihak antara BEI dengan Fakultas Agama Islam Universitas Islam Nusantara dan PT Phintraco Sekuritas. GI BEI Fakultas Agama Islam Universitas Islam Nusantara menjadi Galeri Investasi ke-7 (tujuh) yang diresmikan di tahun 2019, Galeri Investasi ke-31 (tiga puluh satu) di Provinsi Jawa Barat dan Galeri Investasi ke-418 (empat ratus delapan belas) di seluruh Indonesia dan yang ketiga pada hari Kamis (24/4) BEI meresmikan Galeri Investasi Pertama yang diresmikan pada tahun 2019 di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu GI BEI Universitas Sulawesi Tenggara, sekaligus menjadi Galeri Investasi yang ke-419 (empat ratus sembilan belas) di Indonesia. GI BEI tersebut merupakan kerja sama antara BEI dengan Universitas Sulawesi Tenggara dan PT Indo Premier Sekuritas. Seluruh kegiatan Peresmian GI BEI tersebut memiliki tujuan untuk literasi dan edukasi pasar modal di lingkungan akademisi dan masyarakat sekitar.

Pada pekan ini tepatnya Kamis (24/4) Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank IV Tahap IV Tahun 2019 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan Indonesia Eximbank I Tahap III Tahun 2019 yang diterbitkan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia resmi dicatatkan di BEI.

Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank IV Tahap IV Tahun 2019 yang dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp3.857.000.000.000,- terdiri dari 6 (enam) seri. Kemudian untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan Indonesia Eximbank I Tahap III Tahun 2019 yang dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp441.000.000.000,- terdiri dari 3 (seri) Hasil pemeringkatan untuk Obligasi ini adalah idAAA dan Sukuk Mudharabah adalah idAAA(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 29 emisi dari 20 Perusahaan Tercatat senilai Rp29,84 triliun.

Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sepanjang masa berjumlah 401 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp424,12 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 117 Perusahaan Tercatat. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 100 seri dengan nilai nominal Rp2.478,97 triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp9,32 triliun.

Pada hari Kamis (25/4) telah dilaksanakan Seminar Kerja Sama Global Reporting Initiative (GRI) dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019. Acara ini diawali dengan Sambutan dari Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI, Risa E. Rustam, UN Resident Coordinator, Anita Nirody, Minister-Counsellor, Governance and Human Development at the Australian Embassy Jakarta, Kirsten Bishop, dan Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia dan Pembina Filantropi dan Bisnis Indonesia untuk SDGs (FBI4SDGs), Franciscus Welirang.

Acara dilanjutkan dengan seminar dengan menghadirkan pembicara dari GRI, Indonesia Global Compact Network (IGCN), PT Gajah Tunggal Tbk, PT Medco Energi Internasional Tbk, PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk serta PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Acara ditutup dengan Closing Remarks dari Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro.

Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI pada hari Jumat (26/4) dibuka oleh Shenzhen Stock Exchange (SZSE) dalam rangka 2019 Indonesia-China, Capital Market Cooperation Seminar. Acara tersebut dilanjutkan dengan rangkaian acara yaitu 2 (dua) diskusi panel, pertama diskusi panel terkait pembiayaan infrastruktur, khususnya peluang kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok yang menghadirkan panelis dari Asia Development Bank (ADB), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Negara Indonesia Tbk, ICBC Indonesia, China Galaxy Securities, BEI, dan SZSE. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel kedua dengan pemaparan dari SZSE terkait peranan pasar modal dalam mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan perusahaan rintisan (Start-up) di Tiongkok.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Self Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan acara Capital Market Summit & Expo 2019 di Surabaya, 26-27 April 2019. Acara yang resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Elestianto Dardak ini mengusung tema “Pasar Modal Untuk Semua” yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal, menambah jumlah Perusahaan Tercatat baru, meningkatkan jumlah investor aktif baru, serta mendukung program Pemerintah dalam pembiayaan infrastruktur dan sekaligus menjadi ajang networking bagi stakeholders pasar modal. Surabaya dipilih menjadi kota penyelenggara dari acara ini berdasarkan data supply maupun demand, jumlah Perusahaan Tercatat dan jumlah investor di Provinsi Jawa Timur menempati posisi terbesar kedua setelah Jakarta, dengan jumlah 34 (tiga puluh empat) Perusahaan Tercatat dan berdasarkan data KSEI sampai dengan akhir bulan Maret 2019, tercatat 229.978 total keseluruhan Single Investor Identification (SID) berasal dari Provinsi Jawa Timur.

Acara yang diselenggarakan di Dyandra Convention Center ini disemarakkan dengan berbagai kegiatan yaitu Peluncuran Wakaf Saham, expo, seminar terkait program-program pasar modal terkini, Workshop Go Public, promosi dari stakeholders pasar modal dan talk show interaktif terkait investasi di pasar modal. Untuk memeriahkan acara tersebut, terdapat hiburan yang menarik, serta doorprize yang dapat diraih oleh para pengunjung yang beruntung selama 2 (dua) hari acara berlangsung. Acara ini menargetkan 2.000 investor aktif baru untuk dapat berinvestasi di Pasar Modal Indonesia serta menambah jumlah Perusahaan Tercatat baru dan potensial khususnya dari Provinsi Jawa Timur yang akan melantai di BEI melalui program Go Public Lebih Baik. Jakarta akan menjadi kota berikutnya dari gelaran Capital Market Summit & Expo 2019.

Data Perdagangan Sepekan

Data Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini seluruhnya mengalami perubahan, dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan perubahan sebesar 1,63 persen ke level 6.401,08 dari 6.507,221 pada penutupan pekan lalu. mengikuti IHSG, nilai kapitalisasi pasar juga mengalami perubahan sebesar 1,63 persen Rp7.281,12 triliun dari Rp7.401,73 triliun pada penutupan pekan lalu.

Untuk data rata-rata frekuensi transaksi harian BEI selama sepekan mengalami perubahan sebesar 10,90 persen menjadi 410,80 ribu kali transaksi dari 461,06 ribu kali transaksi pada pekan lalu. Sementara itu untuk data rata-rata nilai transaksi harian BEI juga mengalami perubahan sebesar 11,28 persen menjadi Rp9,12 triliun dari Rp10,28 triliun pada pekan sebelumnya dan rata-rata volume transaksi harian juga mengalami perubahan sebesar 4,64 persen menjadi 13,98 miliar unit saham dari 14,66 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.

Sepanjang tahun 2019, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp12,924 triliun dan pada hari ini, investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp869,48 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *